BUBAU, TRIBUN BUTON (M.S.A)

Gelar Reses masa sidang ll tahun sidang 2019-2020, anggota DPRD Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya, mendengarkan aspirasi Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer SMA/SMK di Kota Baubau. Kegiatan berlangsung di salah satu ruangan di SMAN 4 Baubau, Selasa 02 Juni 2020.

Kegiatan reses digelar dengan memperhatikan protokol keseahatan Covid-19. Sehingga, hanya di hadiri beberapa perwakilan oleh beberapa guru honorer saja.

Fajar Ishak, menjelaskan terdapat 15 orang tenaga honorer yang tidak masuk dalam SK gubernur tahun 2020. Selain itu, juga ada beberapa orang yang sudah pernah memperoleh SK gubernur di tahun sebelumnya.

“Tadi banyak aspirasi yang disampaikan kepada saya. Salah satunya dari sekian banyak yang hadir ada 15 diantaranya tidak tercatat namanya dalam SK Gubernur tahun 2020 yang sudah diterbitkan baru-baru ini,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, dirinya masih berpositif thinhking (berpikir positif.red). Menurut dia mungkin saja terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam pengetikan sehingga 15 guru honorer tersebut tidak tercatat.

“Kalau berdasarkan pengakuan mereka, mereka terusul dari sekolah secara kolektif. Namun setelah SK terbit, 15 nama guru honorer ini tidak ada,” ungkapnya.

Menambahkan, mantan anggota Dprd Kota Baubau sekaligus mantn ketua PWI Baubau ini mengaku akan membawa aspirasi ini kedalam rapat paripurna nantinya. Tidak hanya itu, ada pula keluhan ketidaksesuaian nama maupun bidang mata pelajaran yang dibawakan. Misalnya ada guru BK tapi dalam SK yang terbit menjadi guru matematika dan lain sebagainya.

“Usulan dari sekolah sudah sesuai dengan mata pelajaran masing-masing tapi SK yang muncul kemudian berubah. Nah, ini menjadi beberapa catatan yang akan di tindaklanjuti sesegera mungkin”, tutupnya.(#)