HARI BURUH, HMI BAUBAU INGATKAN PEMDA TERAPKAN UMP

551
Rahman Ruwia/TRIBUNBUTON.COM

Tanggal 1 Mei 2020 bertepatan dengan hari buruh sedunia (May Day). Untuk itu, HMI Cabang Baubau mengingatkan Pemkot Baubau untuk menerapkan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Apalagi dalam UU ketenaga kerjaan No.13/2003, pasal 88 ayat 1 bahwa pemerintah telah mengatur pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan layak bagi kemanusian. Jika UMP diterapkan di Kota Baubau, maka ini akan menjadi rahmat bagi pekerja.

BEM Unidayan melalui Menteri Kajian Isu Strategis Rahman Ruwia, mengatakan Pemkot Baubau telah membentuk Tripartit yakni Lembaga Kerjasama Sektoral (LKS) pada Desember 2018. Lembaga ini terdiri dari beberapa elemen seperti unsur pemerintahan, organisasi pengusaha, dan serikat buruh, sebagai jembatan komunikasi, konsultasi, ketika nanti ada masalah di lapangan.

“Tinggal bagaimana memaksimalkan dan melakukan penelitian dan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pekerja sebagai salah satu syarat untuk menerapkan upah minimum sektoral di Kota Baubau,” jelasnya via rilis, Jumat 1 Mei 2020.

Menurut dia, upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) biasanya lebih tinggi dari pada upah minimum provinsi. Jika upah minim dalam sebuah kabupaten/kota itu rendah maka upah itu pasti sama dengan upah minum provinsi.

Pihaknya berharap Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Baubau untuk selalu berkordinasi dengan perusaahan di daerah agar jangan sampai ada pemutusan kerja sepihak dan tidak dibayarkan pesangonya.(*)