PEMERINTAH DESA RANTE GOLA SAYANGKAN KELUHAN ARNY DI FB

1771
Sartono, Sekdes Rante Gola

BUTUR, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

Pemerintah Desa Rante Gola, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara, menyangkan unggahan Arny Haruna SSi di media sosial FB yang isinya tidak mendapatkan perhatian dari Satgas Covid 19 Desa Rante Gola. Unggahan ini dinilai tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Sekdes Rante Gola, Sartono, melalui press rilis, menjelaskan kronoligis kejadian. Arny Haruna, SSi mengunggah status di media sosial facebook pada tanggal 26 April 2020 pukul 23.28 Wita di Grup Butur Perubahan Jilid II melalui akunnya Arny Haruna II.

Status Arny Haruna di Grup FB Butur Perubahan. FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM

“Minta tolong… Saya belum buka puasa sampai saat ini.. Saya hanya sendiriku di pustu desa rantegola kecamatan Bonegunu… Lagi jalani karantina sebab saya dari zona merah kabupaten muna… Badanku saat ini tak bisa bergerak… Pengaruh operasi waktu melahirkan.. Selama membersihkan pustu sampai jam 4 dini hari dan makan hanya indomie telur… Dan masyarakat takut dengan saya.. Katanya saya corona.. ,” tulis Arny melalui stausnya

Menurut Sekdes Rante Gola, sejak hari pertama Arny dikarantina di Pustu, pihaknya sudah menyiapkan semua kebutuhannya berupa persiapan makan, air, dsb. Pihaknya juga berpesan kepada Arny untuk tidak keluar, boleh menelepon Kepala Desa atau anggota Satgas jika ada kebutuhan di luar.

Semua pesanan yang dibutuhkan akan dibawakan oleh petugas. Sementara makanan atau fasilitas selama karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa.

“Kemudian sekitar pukul 19.00 Wita Minggu malam sebelum dia unggah status tersebut di Facebook, ada anggota satgas yang bawakan sayuran, gula pasir ½ Kg, 1 renteng susu, dan masako yang dipesannya melaului Pj Kades Rante Gola,” jelas Saetono.

Saru jam kemudian setelah antarkan pesanannya, Petugas Puskesmas singgah di Posko Satgas Covid 19 Desa Rante Gola. Diinformasikan jika Arny sedang sakit. Petugas kesehatan menitipkan obat untuk dibawa ketempat karantina.

Salah satu aggota Satgas a.n Safaruddin lansung mengantarkan obat ke tempat karantina. Sesampainya di tempat karantinaz pintu sudah terkunci. “Dan dipanggil berkali-kali untuk diberikan obatnya yang bersangkutan cuma menjawab dari dalam ruangan bhwa dia tidak mau diganggu dan obatnya nanti besok pagi saja baru diantarkan kembali,” begitu cerita sebenarnya menurut keterangan Safaruddin yang mengantarkan obat.

Dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona Disease 2019 (COVID 19), di desa Rante Gola, Pj Kepala Desa Rante Gola Hasmin SPd telah melakukan langkah-langkah untuk pencegahan secara dini. Antara lain membentuk satgas Covid 19 di desa, melakukan sosialisasi secara meluas di masyarakat tentang pencegah virus yang sangat ganas itu.

Pihaknya juga menyiapkan tempat cuci tangan berupa galon dan sabun anti septik di tempat- tempat umum seperti di masjid, warung/kios. Pihaknya juga melakukan penjagaan di posko untuk bisa mengetahui bilamana ada orang masuk dari luar wilayah Buton Utara yang berkunjung di Desa Rante Gola.

“Serta kami menyiapkan Gedung tempat karantina yang dilengkapi fasilitas tempat tidur, kursi, perlatan dapur, air bersih, selimut, bantal perlengkapan shalat bagi umat muslim dan kebutuhan bahan pokok lainnya,” jelasnya.

Sejauh ini, pihakjya telah menyediakan tempat karantina. Disampaikan kepada warga yang baru pulang dari luar daerah misalnya dari Raha, Baubau, Kendari, dst, agar disampaikan terlebih dahulu kepada Satgas Desa paling lambat 1×24 jam sebelum jadwal kedatangan. Dengan demikian pihaknya bisa membangun komunikas dengan pihak kesehatan atau Satgas Kecamatan untuk mempersiapkan langkah-langkah pencegahan Covid 19.

“Kami pertegas harus karantina diri dulu dirumah atau ditempat karantina yang kami siapkan di Desa selama 14 Hari agar bisa memastikan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 apabila sudah terifeksi,” tutupnya.(*)