TIDAK BOLEH LAGI OLAHRAGA DI KANTOR GUNERNUR

421
Irsan, petugas jaga di Kantor Gubernur Sultra. FOTO: TRIBINTANG SALIKI/TRIBUNBUTON.COM

KENDARI, TRIBUNBUTON.COM (Bintang Saliki)

Warga tidak diperbolehkan lagi berolahraga atau jalan-jalan (joging) atau sekedar swafoto di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini ditandai dengan adanya papan informasi “Dilarang joging di area Kantor Gubernur.”

Himbauan untuk tidak joging di Kantor Gubernur Sultra. FOTO: TRIBINTANG SALIKI/TRIBUNBUTON.COM

Salah satu petugas keamanan Kantor Gubernur Sultra, Irsan, menjelaskan banyak keluhan dari pegawai Kantor Gubernur Sultra. Misalnya pada saat apel sore tiba-tiba pengunjung yang sedang jogging melintas di depan pegawai.

“Itu sangat menganggu konsentrasi para pegawai, jelas Irsan, ditemui di pos jaga.

Namun sejak dilantiknya Gubernur Alimazi SH, pengunjung yang tidak memiliki kepentingan kantor sudah tidak lagi diperbolehlan. Padahal sebelumnya banyak masyarakat kota Kendari yang sering datang ke kantor gubernur Sultra untuk berolahraga atau sekedar jalan-jalan dan mengambil foto, terlebih pada saat akhir pekan.

Artikel Menarik Lainnya :  SISA 21 BULAN, BUPATI BUTENG PERLU WABUP BARU?

Menurut dia, awalnya pengunjung tidak pernah dilarang. Malah disedialan spot untuk joging dan tempat pull up di area itu. “Sebenarnya kami juga senang dengan pengunjung yang datang karna bisa sambil cuci mata” kata Irsan sedikit berkelakar.

Biasanya pengunjung mulai meramaikan kantor gubernur pada pukul 01.00 Wita dan mulai sepi pukul 17.30 Wita. Pantauan tribunbuton.com, tidak ada lagi pengunjung yang berolahraga. Masyarakat pindah tempat olahraga ke area jalan 40.

Lanjut Irsan, sering sekali pengunjung yang datang memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Bahkan ada yang masuk berolahraga sampai di dalam gedung menggunakan pakaian training bahkan celana pendek.

Artikel Menarik Lainnya :  KELURAHAN LAHUNDAPE BANGUN KAMPUNG TANGGUH NUSANTARA BERBASIS TIGA DIMENSI

Keluhan juga datang dari petugas kebersihan. Bahwa ada pengunjung yang masuk toilet mushollah tanpa membuka sepatu dan membuang sampah sembarangan di sekitar kantor.

Selain itu kata Irsan, sering terjadi kehilangan barang berharga di area parkir. Seperti kehilangan helm, uang dan lainnya yang pada akhirnya pengunjung menyalahkan penjaga. bahkan pernah ada polisi yang memarahi penjaga karena hilangnya barang.

“Tugas kami di sini hanya menjaga kantor bukan mau jadi tukang jaga parkiran pengunjung yang olahraga,” kata Irsan, mengutip kembali jawabannya kepada polisi.(#)

Editor: Yuhandri Hardiman

Komentar Anda