BAWASLU BAUBAU GELAR BIMTEK PENGELOLAAN MEDIA

136
Pose bersama usai Bimtek pengelolaan media di Bawaslu Kota Baubau. FOTO:ILWAN/TRIBUN BUTON

 

Peserta Bimtek sedang menyimak penjelasan pemateri. FOTO:ILWAN/TRIBUN BUTON

BAUBAU, TRIBUNBUTON (Ilwan)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Baubau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dokumentasi dan Pengelolaan Media. Bimtek digelar di Aula Bawaslu, Minggu 1 Desember 2019.

Plt Ketua Bawaslu, Yusran Elfarngani, menjelaskan penguatan kelembagaan sangat penting. Salah satunya penguatan seluruh pengurus sebagai corong informasi agar masyarakat dapat mengetahui kinerja Bawaslu.

“Kami berharap lebih produktif lagi, ada karyanya sehingga dapat disuguhkan kepada masyarakat, melalui tulisan atau informasi,” jelasnya.

Dalam Bimtek, Bawaslu menghadirkan tiga pemateri. Di antaranya Yuhandri Hardiman dari Tribun Buton dengan materi Kaidah Jurnalistik dan Menulis Berita Hasil Liputan Panwas, Hamzah dari Kominfo dengan materi Keterbukaan Informasi dan Irwansyah Amunu dari Buton Pos dengan materi Teknik Meliput.

Yuhandri dalam materinya menjelaskan Jurnalistik adalah suatu kegiatan mencari, mengumpulkan, menulis, mengolah dan menyebarluaskan berita melalui media massa. Jurnalis yang profesional dituntut untuk memiliki ilmu jurnalistik dan taat kepada kodeetik jurnalistik dan UU Pers No.40/1999.

Dia menjelaskan bagaimana menulis berita yang baik dengan standar jurnalistik 5w+1H. “Ada tiga karya jurnalistik, yakni berita, opini, dan featuere yang ketiganya memiliki cara penulisan yang berbeda,” ujarnya.

“Masyarakat mestinya bisa memahami apa itu jurnalistik agar tidak menjadi sekedar pembaca,” jelasnya.

Dari Kominfo Kota Baubau Hamza menjelaskan, dalam keterbukaan informasi public adalah salah satu produk hukum indonesia yang dihasilkan, disimpan, dikelolah, diterimah, yang berkaitan dengan penyelenggara. Keterbukaan Informasi Public sangat di perlukan serta muda di akses dari mana saja, terlebih karena adanya UU No 14 Tahun 2008.

Hamza menjelaskan bagaimana membuka akses publik terhadap informasi. Diharapkan badan publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya. Dengan demikian, hal itu dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka.

“Hendaknya mengolah informasi baik tulisan maupun foto dalam media sosial itu penting agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat diketahui oleh masyarakat, sehingga itu membuktikan sebuah fakta atau yang benar-benar terjadi,” jelasnya.

Irwansya Amunu dalam materinya menjelaskan meliput adalah proses pengumpulan data dan informasi di lapangan yang dilakukan wartawan atau jurnalis. Proses ini bisa berupa pemantauan langsung dan pencatatan suatu peristiwa yang terjadi atau juga wawancara dengan sejumlah narasumber,” ujarnya.

Umumnya kata dia, jurnalis melakukan perekaman baik suara maupun gambar dengan alat bantu seperti perekam suara, kamera untuk memotret. Untuk berita penyiaran televisi umumnya menggunakan kamera video untuk merekam jalannya peristiwa.

“Hendaknya suatu peristiwa diliput jika dianggap punya arti penting bagi mayoritas khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa. Tentu saja media tidak akan rela memberikan space atau durasinya untuk materi liputan yang remeh,” jelasnya.(#)

Komentar Anda