Peradi Kota Baubau Dukung Prof Otto Hasibuan Ketum Peradi

1394
Mikail Salida SH bersama Otto Hasibuan SH, saat Rapimnas Ikadin di Surabaya beberapa waktu lalu. FOTO istimewah

WAKATOBI, TRIBUN BUTON (Duriani)

Sejumlah kader dan pengurus cabang Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) mendukung penuh Prof. DR Otto Hasibuan SH, menjadi Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada Munas tahun depan. Salah satunya datang dari Ikadin cabang Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Kota Baubau, Mikail Salida SH.CLI, mengungkapkan dukungan penuh sejumlah cabang Ikadin untuk Otto Hasibuan itu terlihat saat diselenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikadin di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Saat Rapimnas Ikadin di Surabaya 27 September 2019 lalu. Terlihat antusias sejumlah DPC Ikadin seluruh indonesia mendukung Prof. Otto Hasibuan SH, menjadi Ketum Peradi. Dan DPC Ikadin Kota Baubau salah satunya telah menyatakan sikap mendukung di Munas Peradi 2020 nanti,” ungkap Mikail Salida, yang juga Ketua DPC Ikadin Kepulauan Buton via telepon selulernya, Jumat (4/10/2019).

Mikail Salida, yang pernah menakhodai partai politik besutan Yusril Ihza Mahendra di Kabupaten Wakatobi tersebut menjelaskan jika dukungan terhadap advokat Otto Hasibuan, sangat beralasan. Otto Hasibuan, diyakini wadah advokat bisa kembali lebih terhormat.

“Peradi Kota Baubau dan DPC Peradi lainnya di Indonesia berkeyakinan selain Peradi akan lebih terhormat. Dibawah pimpinan Otto Hasibuan nanti, kepastian hukum akan lebih sesuai roh undang-undang advokat yang dibentuk diawal masa reformasi. DPC Peradi Baubau minta Bring back Otto Hasibuan kembali calon Ketum Peradi,” pinta Mikail Salida.

Mikail Salida, mengaku Peradi saat ini masih tetap mendapatkan kepercayaan publik. Hal itu terbukti dengan setiap kali diselenggarakan Pendidikan Khusus profesi advokat (PKPA) dan Ujian profesi advokt (UPA) yang selalu banyak pesertanya.

“Bulan Agustus 2019 lalu, sekitar 800 peserta seluruh Indonesia mengikuti PKPA dan UPA. Ini sebagai salah satu contoh konkrit kelompokkan anggota Peradi,” kata mahasiswa paska sarjana Universitas As Syafi’iyah Jakarta itu. (*)