DINAS PENDIDIKAN BUTUR SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH

1051

BURANGA, TRIBUNBUTON

Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara (Butur) mengelar sosialisasi penulisan ijazah jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama tahun ajaran 2018-2019 di Aula Dinas Pendidikan Butur, Selasa, 27 Agustus 2019.

Abu Hasan dalam sambutanya pada acar sosialisasi penulisan ijazah. Foto : Deni Irawan/TRIBUNBUTON

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Butur Abu Hasan dan dihadiri Kadis Pendidikan Butur La Hidi beserta jajarannya, para kepala sekolah SD dan SMP se-Buton Utara, serta undangan lainnya.

Bupati Butur Abu Hasan dalam sambutanya memita kepada Dinas Pendidikan Buton Utara untuk terus mengevaluasi kinerja para kepala sekolah. “Kenapa kinerja kepala sekolah dievaluasi, karena ada dua fungsi pokok yang melekat pada kepala sekolah, pertama sebagai manajer dan yang kedua sebagai lidership,” katanya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sultar ini menjelaskan, yang dimaksud sebagai manajer adalah kepala sekolah dituntut mampu mengelolah semua sumber daya yang ada di sekolah, seperti mengelolah sarana sekolah, guru, murid, proses pembelajaran, perencanaan dan pengawasan.

Kemudian yang dimaksud lidership adalah kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah, seperti bagaimana seorang kepala sekolah berwibawa, arahan dapat didengar, dan bagaimana perintahnya dapat dilaksanakan.

“Kalu ada kesalahan-kesalahan pada fungsi lidership, ada kelemahan sebagai kepala sekolah, itu bisa diperbaiki pada fungsi manajemen. Tapi fungsi manejemen rusak tidak bisa diperbaiki oleh fungsi lidership. Kalu dua fungsi ini tidak dijalankan maka dievaluasi,” ujar Abu Hasan dalam sambutanya.

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra ini menambahkan, kepala sekolah menjadi ujung tombak sumber daya manusia unggul, tidak ada pintu lain katanya selain pintu sekolah dan sekolah itu ada kepala sekolahnya. Oleh karena itu, kata Abu Hasan, semua fungsi-fungsi manejerial, lidership, dan tugas teknisinya di sekolah dilaksanakan secara baik.

“Jadi setelah selesai simulasi penulisan Ijazah, para kepala sekolah harus percaya diri bahwa penulisan ijazah itu dipastikan benar. Apa resiko salah menulis ijazah, masa depan anak yang kita tuliskan ijazahnya akan terganggu,” tandasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Buton Utara La Hidi mengungkapkan, sosialisasi penulisan ijazah sangat penting, karena dalam penulisan huruf perlu konsentrasi. “Hati-hati tingkat tinggi karena balangko sangat terbatas dan pengadaanya melalui tender pusat, kita tinggal menerima saja,” ujarnya dalam sambutanya.

Dia menambahkan, penulisan blangko ijazah dipercayakan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan pada penulisan. “Oleh karena itu mengimbau kepada para kepala sekolah didalam penulisan ijazah nanti penuh kehati-hatian,” ungkapnya. (Deni Irawan)