TELKOMSEL GANGGUAN, INI PENJELASAN KADISMINFO BUTUR

873
Dinas Kominfo saat memberikan tanggapan terkait gangguan jaringan Telkomsel di Butur. Foto : Deni Irawan/TRIBUNBUTON

BURANGA, TRIBUNBUTON

Jaringan Telkomsel di Kabupaten Buton Utara (Butur) akhir-akhir ini mengalami gangguan. Pengguna layanan jaringan Telkomsel mengeluhkan adanya gangguan saat menelfon.

Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Butur telah melakukan kordinasi cepat dengan pihak Telkomsel Baubau untuk mengetahui penyebab jaringan jelek saat menelfon. Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Butur, Kadim mengungkapkan, berdasarkan keluhan itu secepatnya melakukan langkah koordinasi dengan pihak Telkomsel Baubau.

“Jawaban pihak Telkomsel Baubau membenarkan sempat ada gangguan di 4G dan akan didalami lebih lanjut oleh pihak teknis Telkomsel ,” kata Kadim di kantornya, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Matan Kadis Koperasi Butur itu menuturkan, perlu dipahami Telkomsel itu statusnya swasta. Olehnya itu, Dinas Kominfo Butur tidak bisa mengintervensi atau memberikan sanksi terhadap
Telkomsel atas gangguan ini. Dinas Kominfo hanya sebatas melakukan koordinasi.

Jika ada pelanggan merasa dirugikan atas pelayanan jaringan Telkomsel bisa langsung mengadu ke pihak Telkomsel. Dinas Kominfo hanya melaksanakan pengelolaa dan informasi pemerintahan daerah, pengelolan domain daerah dan pengelolaan e-govermen di daerah.

“Terkait penyelenggaraan telekomunikasi selular kewenangan dan regulasi dibawahi langsung oleh Kementerian Kominfo. Tetapi dalam hal ini Pemda memiliki hubungan koordinasi,” jelasnya.

Kendati demikian, tambah Kadim, pihaknya tidak berlepas dan tetap melakukan kordinasi dengan pihak Telkomsel selaku swasta agar masalah ini segera ditangani. “Bahkan sebelum jaringan akhir akhir ini mengalami gangguan. Dinas Kominfo telah melayangkan surat secara resmi ke pihak Telkomsel untuk penambaha BTS dan kapasitas jaringan. Sayangnya saat ini belum diakomodir Telkomsel. Butur bukan menjadi skala prioritas karena telah keluar dari daerah tertinggal dan terpencil,” tandasnya. (Deni Irawan)