PANEN RAYA RUMPUT LAUT, ARHAWI: LAUT KITA JADIKAN LUMBUNG PAD

1237
Bupati Wakatobi saat meninjau petani rumput laut setelah melakukan panen. FOTO Duriani/Tribunbuton

WAKATOBI, TRIBUN BUTON (Duriani)

Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), H Arhawi SE MM, menghadiri panen raya rumput laut di Desa Liya Bahari, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Senin (29/7/2019).

Panen raya rumput laut di Liya, Kabupaten Wakatobi. FOTO:DURIANI/TRIBUN BUTON

Arhawi, dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Wakatobi yang memiliki luas wilayah lebih besar laut ketimbang daratnya. Sejak Bupati sebelumnya telah menjadikan sektor pariwisata dan kelautan sebagai leading sektor untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Begitu pun setelah dirinya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Bupati Wakatobi, visi menjadikan sektor pariwisata dan kelautan sebagai lumbung PAD terus digenjot. Bahkan demi memanfaatkan potensi laut yang begitu luas, dirinya menambahkan sektor perdagangan antar pulau.

“Sejak Ir Hugua menjabat Bupati Wakatobi, potensi laut telah dimaksimalkan dengan menjadikan sektor pariwisata dan kelautan sebagai leading sektor PAD. Di jaman saya, kedua sektor itu tetap ada bahkan bertambah,” kata Bupati Wakatobi dalam sambutannya.

Sebagai daerah dengan misi menjadikan Wakatobi sebagai kabupaten maritim yang sejahtera dan berdaya saing lanjut Arhawi, potensi laut terdiri dari tiga klaster yakni maritim, sejahtera dan berdaya saing. Sehingga potensi laut harus dimanfaatkan khususnya masyarakat yang beraktivitas di laut.

“Laut harus dimanfaatkan seperti bertani rumput laut. Karena diatas laut ada perdagangan antar pulau, dan di bawah laut adalah pariwisata. Semoga potensi laut kita bisa sejahterakan masyarakat,” harapnya.

Berkaitan dengan visi berdaya saing, Arhawi, berharap ada kemampuan komparatif. Dimana kemampuan daerah untuk memproduksi sumberdaya laut. Begitu pula kemampuan kompetitif Wakatobi punya potensi luar biasa untuk dikembangkan.

Menurut Bupati Wakatobi, kendala petani dalam melakukan budidaya rumput laut dari waktu ke waktu harus bisa teratasi. Dimana harus memiliki tanggung jawab dan kemampuan sumberdaya memanfaatkan potensi laut.

“Yang menjadi tanggung jawab bersama dalam memanfaatkan potensi laut terkhusus penanganan sampah plastik. Sebisa mungkin aktivitasnya di laut dapat menjaga kebersihan khususnya sampah plastik,” ucap Arhawi.

Arhawi, meyakini jika penghasilan petani rumput laut akan semakin berkembang dimasa mendatang. Termasuk dalam penanganan bibit rumput laut.

“Kita sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dua tempat pembibitan budidaya rumput laut. Di Kaledupa dan Wangi-Wangi. Saya meyakini petani rumput laut akan semakin berkembang. Dan ini menjadi tugas besar pemerintah dan masyarakat disektor perikanan untuk memanfaatkan potensi laut,” tutup Arhawi.

Di tempat yang sama Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi, DR Jalaludin, mengungkapkan adanya dukungan pemerintah, stakeholder, dan meningkatnya pengetahuan pola tanam petani. Masyarakat petani rumput laut bertambah dari tahun ke tahun.

“Dengan besarnya peningkatan hasil produksi, jumlah pembudidaya, meningkatnya pendapatan dan pola tanam. Jumlah pembudidaya di kawasan Liya Raya pada dua tahun terakhir bertambah. Dari 87 RTN dan sekarang 176 RTN. Dengan jumlah produksi sebelumnya 100 ton dan sekarang menjadi 200 ton per bulan,” pungkas Kadis DKP Wakatobi. (*)