Barisan Muda Wakatobi Baubau Gelar Dialog

536
  • Bupati dan Wabub Alpa

BAUBAU,  TRIBUNBUTON

Refleksi 15 Tahun Kabupaten Wakatobi,  Barisan Muda Wakatobi gelar silaturahmi dan dialog publik bersama unsur pemerintah daerah Wakatobi Rabu 29 Mei 2019. Sayang, bupati dan Wakil Bupati Wakatobi tidak hadir.

Kegiatan ini juga menghadirkan salah satu tokoh politik Wakatobi, H Haliana SE dan peneliti Sultra,  Laode Muhammad Anzal, Paguyuban Wakatobi, serta seluruh aktivis  se Kota Baubau. Kegiatan ini bertajuk per erat silaturhmi dan saling bertukar pikiran antar tokoh untuk mecapai Wakatobi yang lebih baik kedepannya.

“Ini merupakan kegiatan perdana yang kami lakukan dan rencananya akan kembali dilaksanakan di Wakatobi usai hari raya nanti tapi masih dengan tema yang sama. Adapun tujuan kegiatan ini yakni membangun deklarasi tentang perubahan yang lebih baik bagi wakatobi, hal itu di wujudkan dalam bentuk gerakan-gerakan mahasiswa itu sendiri,” jelas Sumardin, Ketua Barisan Muda Wakatobi

Dia berharap agar kedepannya kegiatan seperti ini bisa dihadiri bupati ataupun wakil bupati guna mendengar langsung apsirasi pemuda serta menjelaskan tentang Wakatobi terkait dengan tema yang dipaparkan.

Menanggapi itu, Ketua DPC PDI Wakatobi, H Haliana SE, menyambut baik. “Saya mengapresiasi dan berterima kasih, bahkan saya pribadi sangat menyayangkan kenapa Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi tidak hadir sedangkan kegiatan ini merupakan kegiatan positif dan kegiatan yang kita inginkan untuk kemajuan Wakatobi itu sendiri,” jelasnya.

Dia berharap agar generasi Wakatobi dapat bersama-sama mengawal demokrasi dengan memberikan pencerahan serta mencerdaskan seluruh masyarakat Wakatobi. “Kalau ada yang kurang di Wakatobi mari bersama-sama kita sempurnakan untuk kemajuan Wakatobi itu sendiri,” tutupnya.

Kegiatan saat itu juga membahas beberapa persoalan yang ada di Wakatobi salah satunya terkait minimnya pasokan listrik di Pulau Binongko dan Kaledupa. Selain itu juga terungkap kebijakan pemerintah kurang berkeadilan serta kebikan pembangunan yang dinilai tidak sustainable.(Dickye)

Komentar Anda