BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM
Ketua lembaga kemahasiswaan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) meminta untuk mengungkap dugaan penggelapan anggaran hewan qurban oleh BEM Unidayan. Permintaan ini salah satunya oleh BEM FISIP Unidayan.
Ketua BEM FISIP Unidayan, La Riswan, mengatakan jika benar dugaan adanya penggelapan anggaran pembelian hewan qurban yang diduga dilakukan Presma Unidayan, maka tindakan tersebut telah mencederai citra lembaga kemahasiswaan. Uang senilai Rp 12 juta dari Wali Kota Baubau merupakan amanah untuk qurban yang harus dipegang teguh.
“Jika benar dugaan adanya penggelapan anggaran, maka kami sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh sodara Dalman sebagai Presma Unidayan” jelasnya via rilis, Rabu 12 Agustus 2020.
Menurut dia, dalil uang transportasi adalah kesalahan fatal. “Karena sepengetahuan saya, adami uang transportasi dan belanja qurban yang disiapkan oleh kampus dan lebih mirisnya lagi saat itu Presma Unidayan tidak sepakat dengan kegiatan ini dan berani mengambil uang dari Wali Kota Baubau tanpa konfirmasi di KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) Unidayan,” jelasnya.
Ia menilai Presma Unidayan tidak mempunyai itikat baik dalam berorganisasisi. “Orang lain yang komunikasi dia yang ambil tanpa sepengetahun ketua-ketua lembaga yang lebih dulu berkordinasi,” katanya.
Sebagai Ketua BEM FISIP Unidayan ia mendesak MPM Unidayan untuk mempresur dengan masif dugaan penggelapan anggaram qurban. Menurut dia MPM harus lebih progres dan masif dalam mempresur dugaan penggelapan anggaran tersebut mengingat tugas dan kewajibannya sebagai lembaga legislatif tingkat universitas. (yhd)
