
BUTON, TRIBUNBUTON (ILW)
Ratusan massa aksi melakukan demonstrasi di depan Kantor Bupati Buton Sulawesi Tenggara meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dicopot dari jabatannya. Ia diduga mempermainkan dana beasiswa Buton Cerdas.
Korlap aksi, La Ode Daprian, meminta agar Kadis Pendidikan Kabupaten Buton mengembalikan hak-hak mahasiswa yang terindikasi. Kadis Pendidikan Buton diduga memberikan beasiswa cerdas Buton di luar masyarakat Kabupaten Buton.
“Kadis harus mengembalikan hak-hak mahasiswa Buton yang hari ini diduga telah adanya permainan jahat oleh Kepala Dinas Pendidikan”, katanya.
Ia juga meminta kepada Sekda Kabupaten Buton untuk mengambil sikap, agar Kepala Dinas Pendidikan dicopot dari jabatanya. Orator lainnya, Ganirudin, juga menduga Kadis Pendidikan telah melakukan permainan atas dugaan beasiswa cerdas Buton yang hari ini tidak diketahui keberadaanya dari tahun 2018 sampai tahun 2020.
“”Untuk itu kami meminta agar kepala dinas dicopot dari jabatannya dan diproses hukum. Dan ini harus ada rekomendasi dari DPRD karena kami tidak ingin daerah ini dijual,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Buton, Harmin, mengatakan program Buton cerdas ini satu rantai dengan program dari pariwisata sejak 2018 hingga hari ini. Program beasiswa Buton cerdas selain pariwisata, juga kesehatan pada dokter spesialis juga dokter umum serta mahasiswa secara umum
“Kami sudah buatkan payung hukumnya tentang persyaratannya,” jelasnya
Menurut dia, beasiswa yang dikucurkan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan daerah. Maka ada kebijakan daerah meningkatkan SDM di bidang kesehatan. Beasiswa Buton cerdas Pemda mengutus dua orang PNS untuk dokter spesialis juga dokter umum empat orang.
Sekda Buton Laode Zilfar Djafar menemui massa. Ia mengatakan secara umum beasiswa sudah diawali sejak 2018 di Batam. Kemudian juga pemberian beasiswa kepada dokter spesialis dan umum, semua untuk memenuhi apa yang jadi kebutuhan daerah. Beasiswa cerdas Buton diperuntukan untuk anak yang berprestasi, dan masyarakat dapat mengajukan lewat pimpinan.
“Saya sangat apresiasi massa yang datang ini sangat positif memberikan masukan kepada pemerintah Kabupaten Buton”, katanya saat menemui masa aksi di Kantor Bupati Buton.
Ia juga mengatakan, bahwa saat ini Bupati sedang berada di luar daerah. Anspirasi ini pihaknya akan memberitauhkan kepada Bupati selaku penentu kebijakan.
Pantauan Tribun Buton (tribunbuton.com), aksi sedikit menegangkan. Massa aksi mencoba menerobos masuk namun tidak berlangsung lama terjadi ketegangan.(#)