Surabaya, Tribunbuton.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), DR Ir Hugua M.Ling, menjadi narasumber utama dalam kegiatan The 3RD Apebskid International Conference on Multidisciplinary Studies (AICoMS 3). Di Surabaya, Sabtu 19 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan APEBSKID Indonesia (Pusat dan Komisariat Jawa Timur) itu, sebagai bagian dari rangkaian puncak Dies Natalis UNESA ke-62.
Konferensi yang dihadiri peserta dari perguruan tinggi se-Indonesia dan beberapa negara seperti Jerman, Jepang, Austria, dan Cina itu. Mengangkat isu integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam ranah budaya, bahasa, sastra, komunikasi, seni dan desain di tengah transformasi digital.
Hugua, dalam membawakan materi menyampaikan perspektif kebijakan daerah dan pengalaman implementasi pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Khususnya dari Sulawesi Tenggara dan berbagi praktik baik (best practice) dari Sulawesi Tenggara dalam pelestarian budaya/bahasa daerah sekaligus pembangunan ekonomi dan sosial.
“Kunci dari pembangunan berkelanjutan adalah kearifan lokal yang ada di Sulawesi Tenggara. Salah satu bentuk konkretnya adalah dengan menjadikan lembaga adat sebagai mitra pembangunan. Sehingga nilai-nilai adat budaya menjadi roh pembangunan, kemudian reformasi birokrasi berbasis budaya lokal,” ungkap Hugua.

Dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara mendapatkan penghargaan sebagai tokoh penggerak wisata budaya Nusantara berkelanjutan dalam mendorong pelestarian budaya, pengembangan pariwisata berbasis budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Hugua memperkenalkan Model Hugua (Humanity, Uniqueness, Governance, Universal Promotion and Accessibility) sebagai kunci pembangunan pariwisata yang inklusif, resilient dan berkelanjutan. Model Hugua dapat menjadi jembatan pathway paradoks kepentingan global/SDGs dan lokal dalam implementasinya di tingkat akar rumput.
Pada kesempatan itu juga, Sulawesi Tenggara didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Conference tahun 2027. Dengan ditunjuknya Sultra sebagai tuan rumah, Hugua mewakili Pemprov Sultra mengucapkan terima kasih.
DR La Ode Taalami, akademisi asal Wakatobi Sultra mengatakan Bupati Wakatobi, H Haliana, siap menjadi tuan rumah konferensi internasional 2027.
Menanggapi kesiapan Wakatobi mewakili Sultra menjadi tuan rumah International Conference tahun 2027. Wagub Sultra sangat mengapresiasi inisiatif dan kesiapan tersebut. Karena itu merupakan komitmen kepala daerah dalam mempromosikan kawasannya di dunia internasional.
“Selaku Wagub Sultra, saya menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakatan antara Komisariat APEBSKID Wilayah Kepulauan dengan Pemda Wakatobi,” tutup Hugua. (adm)


Assalamualaikum, wr wb salam sehat selalu bagi kita orang Wakatobi dan salam kepada wakil gubernur semoga selalu sehat Walafiat di kesempatan yang singkat ini ingin sekali menyampaikan lagi bahwa polemik kemajuan Wakatobi sangat tergantung dari SDM mari kita buktikan,….contohnya ketika kita punya 5 generasi yang memiliki talenta dan pemikiran sama seperti pak Hugua maka saya kira Wakatobi akan mengalami kemajuan yang sangat luar biasa dan tidak akan sepi wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi,…jadi solusinya hanyalah memperbaiki pendidikan dengan jalan menyekolahkan generasi mudah yang punya Talenta IQ tinggi pada hobi dan keilmuannya salam santun ikita Tomia dari SUMBAR KOTA PADANG@ musrafil.