Kendari, Tribunbuton.com – Antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Kendari terpantau kembali normal. Sabtu 19 September 2026. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebelumnya ketika antrean kendaraan sangat panjang dan membuat sebagian masyarakat memilih membeli BBM melalui pengecer. 19 September 2026
Salah satu pengecer Pertalite, Yanto, ditemui media ini mengatakan, saat ini dirinya tidak lagi berani mengantre sendiri untuk mendapatkan BBM. Ia memilih menunggu stok yang dibawakan kepadanya. “Sekarang menunggu dibawakan stok saja, tidak berani mengantri sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan, satu jerigen berisi 32 liter Pertalite kini modalnya sekitar Rp 400 ribu, naik dari sebelumnya sekitar Rp370 ribu. Sejak 15 September, para pengecer telah mendapat pemberitahuan untuk tidak lagi melakukan antrian pembelian BBM Subsidi. Sementara itu, harga Pertalite yang dijual dalam botol kepada masyarakat masih berada di kisaran Rp13 ribu per botol.
Menurut pengecer tersebut, biasanya dirinya bisa menjual sekitar tiga jeriken, namun saat ini hanya satu jeriken karena kondisi penjualan sedang sepi.
Para pengecer yang ditemui juga memilih tidak disebutkan namanya. Mereka berharap aktivitas penjualan BBM tidak kembali dilarang secara total karena masih ada masyarakat yang membutuhkan BBM dengan cepat.
“Kami tidak berani protes. Hanya berharap dan berdoa semoga tidak dilarang lagi, karena banyak juga yang butuh cepat,” katanya.
Salah seorang pengecer lainnya mengaku sebenarnya ingin beralih ke usaha lain. Namun, keterbatasan modal serta tingginya biaya sewa tempat membuat rencana tersebut belum dapat dilakukan.
Hingga saat ini, kata dia, yang diterima para pedagang masih sebatas pemberitahuan. Belum ada pembongkaran terhadap lapak-lapak pengecer. Sementara itu, aktivitas di SPBU juga sempat mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Kendari Siska dan wakilnya yang turun langsung memantau kondisi di lapangan.
Warga Bersyukur Bisa Kembali Isi BBM
Kondisi antrean yang mulai normal juga dirasakan masyarakat pengguna Pertalite.
Deden, salah seorang pengguna Pertalite, mengaku sudah hampir dua bulan tidak pernah mengantre di SPBU karena panjangnya antrean. Selama itu, ia memilih membeli BBM melalui pengecer.
“Beli botol terus, beli gas melon juga di pengecerji terus. Barupi kemarin bisa mengantri dan langsung isi penuh, bersyukur sekali,” kata Deden.
Ia berharap kondisi antrean di SPBU dapat terus berjalan normal seperti saat ini. Menurutnya, BBM bersubsidi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bisa begini terus. Subsidi itu untuk digunakan masyarakat, bukan untuk diperjualbelikan,” ujarnya. (Saliki)

