Wakatobi, Tribunbuton.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka. Dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan XIII Tahun 2026, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Doa oleh H La Umuri, SPdI MMPd.MM, berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan Akademika, Pengurus Yayasan, Kopertais Wilayah VIII, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Wakatobi.
Sidang senat terbuka secara resmi dibuka Ketua Senat sekaligus Ketua STAI Wakatobi, Dr. Sarni SH.MH. Dalam laporan akademiknya, Dr Sarni menegaskan ketahanan kampus yang dipimpinnya.
“Meskipun dalam satu tahun terakhir diterpa isu yang sangat dahsyat, hari ini menjadi bukti nyata bahwa STAI Wakatobi masih ada dan baik-baik saja,” tegas Dr Sarni, di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Hal senada disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, KH Nur Taufiq Sanusi Baco, MAg, yang hadir mewakili Koordinator Kopertais Wilayah VIII. KH Nur Taufiq Sanusi Baco membenarkan bahwa kondisi STAI Wakatobi saat ini aman dan stabil.
“STAI Wakatobi dalam keadaan baik-baik saja. Oleh karena itu, kami mengimbau para mahasiswa aktif untuk membantu mensosialisasikan kampus ini ke masyarakat luas. Kepada para dosen, kami juga mendorong dan berharap agar segera meraih sertifikasi dosen guna meningkatkan kualitas akademik,” ujar KH Nur Taufiq.

Dukungan penuh terhadap pengembangan perguruan tinggi ini turut disampaikan Pembina Yayasan Hasanah Wakatobi, H Arhawi Ruda SE.MM. Mantan Bupati Wakatobi tersebut mengungkapkan alasannya bergabung mengelola yayasan, berawal dari ketertarikannya terhadap peran strategis STAI Wakatobi sejak masih menjadi orang nomor wahid di pemerintahan.
“Keberadaan STAI Wakatobi sangat tepat untuk menjadi filter terhadap masuknya budaya asing di daerah kita,” ungkap H. Arhawi.
Selain menyampaikan selamat kepada wisudawan, H Arhawi, juga mengumumkan rencana besar yayasan. “Yayasan telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar untuk pembangunan kampus baru. Ke depan, STAI Wakatobi disiapkan untuk beralih status menjadi Institut, bahkan target kita menjadi Universitas,” ungkap H Arhawi.
Sementara itu, Bupati Wakatobi yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Khaerudin SE, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi STAI Wakatobi dalam pembangunan SDM daerah.
“STAI Wakatobi telah menunjukkan peran strategisnya sebagai benteng pendidikan Islam dan pusat pencetak intelektual muda di daerah kepulauan ini. Pemerintah dan akademisi harus terus berjalan beriringan,” ucap Khaerudin.
“Pemkab Wakatobi menyambut baik sinergi ini dan berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan, penyediaan akses beasiswa, serta penguatan sarana pendidikan di Wakatobi secara berkelanjutan,” pungkas Khaerudin membacakan sambutan Bupati Wakatobi. (adm)
