Wakatobi, Tribunbuton.com – Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi menggelar Wisuda Nasional Tahun 2026 secara hybrid sebagai bagian dari Wisuda Nasional Pendidikan Vokasi KKP. Di Wakatobi, Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan wisuda yang diikuti 31 lulusan dari Program Studi Konservasi dan Program Studi Ekowisata Bahari itu. Menjadi wisuda pertama yang mengusung identitas baru Ocean Institute of Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja.
Wisuda Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara luring dan terhubung secara daring dengan prosesi nasional di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta melalui Zoom Meeting. Prosesi nasional dipimpin Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Didit Asyaf.
Wisuda tahun ini merupakan wisuda perdana di bawah identitas baru pendidikan vokasi KKP, Ocean Institute of Indonesia yang baru diluncurkan beberapa hari sebelumnya. Dimana, AKKP Wakatobi saat ini tengah mempersiapkan peningkatan jenjang pendidikan dari Diploma I (D-I) menjadi Diploma IV (D-IV) yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun depan sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi KKP.
Direktur AKKP Wakatobi, Dr Arham Rumpa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja. Dari 31 lulusan, sebanyak 18 orang telah memasuki masa pelatihan untuk bekerja di Jepang, sementara 3 lulusan lainnya telah diterima bekerja di sektor industri pariwisata di Kabupaten Wakatobi.

Capaian tersebut lanjut Arham Rumpa, menunjukkan keberhasilan pendidikan vokasi AKKP Wakatobi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Pada rangkaian wisuda, AKKP Wakatobi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yaitu PT Wisata Kepulauan Indonesia. Koperasi Family Garden. Serta kerja sama meliputi pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi, program magang, dan perluasan peluang kerja bagi lulusan.
“Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui industri dan siap memasuki dunia kerja,” ucap Arham Rumpa.
Bupati Wakatobi, H Haliana yang hadir dalam kegiatan itu mengungkapkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi kunci dalam membangun sektor kelautan, perikanan, ekowisata, dan pariwisata serta meningkatkan kualitas SDM Wakatobi. (adm)
