Pastikan Program Presiden Menjangkau Wilayah Kepulauan, Wamendikdasmen Kunker di Wakatobi Sultra

322

Wakatobi, Tribunbuton.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kamis 16 Juli 2026.

Kunker di Wakatobi Sultra, untuk memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto benar-benar menjangkau wilayah kepulauan.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Dikdasmen Fajar menyapa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), meninjau sekolah yang melayani anak-anak Suku Bajo, sekaligus melihat langsung pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendikdasmen.

“Saya sudah lama ingin datang ke Wakatobi. Selama ini kita mengenalnya sebagai salah satu kawasan laut terindah di dunia. Namun, yang lebih penting adalah memastikan anak-anak di sini memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” ujar Fajar Riza Ul Haq.

Menurutnya, semakin baik konektivitas menuju Wakatobi diharapkan tidak hanya mendorong sektor pariwisata, tetapi juga memperluas akses pendidikan, memperkuat kolaborasi, dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda Wakatobi untuk melanjutkan pendidikan.

Kunjungan Wamen diawali di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Wamen Dikdasmen berdialog dengan peserta MPLS Ramah mengenai cita-cita, pentingnya hidup sehat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Suasana berlangsung hangat ketika Wamen bernyanyi bersama para siswa dan mengajak mereka membangun semangat belajar, hidup rukun, serta saling menghargai sejak hari pertama sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dikdasmen juga meninjau hasil program revitalisasi SMP Negeri 1 Wangi-Wangi yang memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp1,024 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, peningkatan kualitas sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran agar peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Selanjutnya, Wamen mengunjungi SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi, yang melayani pendidikan bagi anak-anak Suku Bajo. Wamen meninjau proses pembelajaran, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), serta kondisi sarana dan prasarana sekolah.

Saat melihat kondisi SD Maritim Mola, Wamen Dikdasmen langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, melalui sambungan telepon untuk meminta percepatan pelaksanaan revitalisasi sekolah. Percakapan tersebut disaksikan langsung oleh para guru, kepala sekolah, dan siswa yang tengah mengikuti MPLS. Respons cepat itu disambut antusias oleh warga sekolah sebagai bukti bahwa perhatian pemerintah hadir hingga wilayah kepulauan.

Wamen mengatakan pendidikan di wilayah kepulauan memerlukan pendekatan yang inklusif dan adaptif, termasuk bagi masyarakat Suku Bajo yang memiliki karakter budaya maritim yang kuat.

“Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir secara inklusif dan adaptif, menghargai budaya lokal sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan. Negara tidak boleh membiarkan ada satu pun anak Indonesia tertinggal karena kondisi geografisnya,” tegas Fajar.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, sekolah yang juga menerima peserta didik dari komunitas Suku Bajo. Wamendikdasmen Fajar meninjau langsung hasil program revitalisasi sekolah senilai Rp1,5 miliar yang telah diresmikan sebelumnya oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Fajar berkeliling melihat bangunan dan ruang-ruang belajar yang telah direvitalisasi serta menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik.

Sementara itu, Nurdin, tokoh masyarakat Suku Bajo sekaligus pengurus Sekolah Maritim Mola, mengapresiasi kunjungan Wamendikdasmen ke sekolah mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wamen. Ini menjadi bukti bahwa negara benar-benar menyapa masyarakat di wilayah kepulauan. Anak-anak semakin bersemangat mengikuti MPLS karena merasa diperhatikan langsung oleh pemerintah. Kami berharap perhatian terhadap pendidikan anak-anak Suku Bajo terus berlanjut agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Nurdin.

Menutup kunjungannya, Wamen Dikdasmen Fajar menegaskan bahwa keindahan alam Wakatobi harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia.

“Wakatobi telah dikenal dunia karena keindahan lautnya. Kini tugas kita memastikan anak-anak Wakatobi juga dikenal karena kecerdasan, karakter, dan prestasinya. Itulah makna sesungguhnya dari Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tutup Fajar.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamen Dikdasmen Fajar didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, Bupati Wakatobi H Haliana, SE, Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo, jajaran Pemerintah Kabupaten Wakatobi, serta para pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Sulawesi Tenggara. (adm)