Pramuka Baubau dan BNN Kolaborasi Bentuk Saka Anti Narkoba

63
Pramuka Baubau bersama BNN Kota Baubau, Menandatangani Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, Sekaligus Pembentukan Saka Anti Narkoba

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Sebagai respons cepat terhadap tren peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas yang mengancam generasi muda di Kota Baubau, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Baubau bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat membentuk Saka Anti Narkoba.

Kolaborasi menjalin sinergi strategis dengan BNN Kota Baubau, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus pembentukan Saka Anti Narkoba di Aula rapat Kantor Wali Kota Baubau Palagimata, Senin (20/4/2026).

Dengan penandatanganan PKS, merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi Kota Baubau sebagai kota yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc mengatakan, pembangunan fisik seperti infrastruktur jauh lebih mudah dibandingkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang bersifat multidimensi dan pelik. Dimana, Pembangunan SDM adalah tantangan besar, sebab pihaknya tidak bisa hanya mengandalkan dinas-dinas terkait.

“Kehadiran Saka Anti Narkoba ini adalah kolaborasi yang tepat antara BNN dan Pramuka untuk membangun ketahanan mental anak muda kita,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Baubau itu juga menyatakan, keprihatinan mendalam atas kurva kriminalitas narkoba yang meningkat secara eksponensial. Dirinya menyoroti keterkaitan erat antara penyalahgunaan narkoba dengan kasus kekerasan seksual pada anak. Narkoba dinilai merusak logika dan moral, sehingga memicu tindakan kriminal yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Bahkan saat mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) beberapa waktu lalu ditemukan fakta miris bahwa narkoba kini telah merambah hingga ke kalangan Ibu rumah tangga dan aparatur sipil negara (ASN).

“Jika ‘penjaga gawang’ atau Ibu dalam keluarga sudah terkontaminasi narkoba, maka runtuhlah ketahanan keluarga tersebut. Inilah mengapa kita harus ‘mem-Pramuka-kan’ solusi atas masalah ini,” tuturnya.

Dengan hal tersebut, ia menginstruksikan strategi pencegahan yang tidak hanya berfokus di lingkungan sekolah, tetapi langsung menyentuh akar lingkungan tempat tinggal.

Melalui Saka Anti Narkoba, berencana akan menciptakan jaring pengaman berlapis bagi pemuda melalui kolaborasi berbagai organisasi yakni Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, Karang Taruna yang telah diremajakan di tingkat kelurahan, PMI dan Remaja Masjid untuk memperkuat sisi kemanusiaan dan spiritual.

“Sekolah sudah tertib, tapi anak-anak kita rawan saat berada di lingkungan luar. Dengan mengaktifkan organisasi-organisasi ini secara masif, kita bisa menjaring mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba,” tutupnya.(Adm)