BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – BPJS Kesehatan Cabang Baubau memastikan para peserta Jaminan Kesehatan Nasionan (JKN) memberikan kemudahan akses layanan di masa mudik Idul Fitri 1447 Hijiriah. Tidak hanya layanan online tapi juga layanan secara tatap muka.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Sarman Palipadang dalam kegiatan media gathering dan konferensi pers terkait kesiapan layanan BPJS Kesehatan saat libur Lebaran Senin (9/3/2026), mengungkapakan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi maupun pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“BPJS Kesehatan Cabang Baubau tetapa memberikan pelayanan kepada peserta JKn selama periode libur Lebaran 2026,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk jam pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Baubau selama periode tersebut tidak mengalami perubahan. Pelayanan dibuka hingga pukul 15.00 WITA, dengan batas pengambilan nomor antrean sampai pukul 13.30 WITA.
“Untuk pengambilan antrean hanya sampai setengah dua siang. Jadi mekanismenya sama seperti hari biasa selama musim Lebaran. Penutupan layanan kantor hanya berlaku pada hari libur nasional seperti Idulfitri dan Hari Raya Nyepi,” tuturnya.
Selain layanan administrasi, BPJS Kesehatan juga memastikan fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada peserta selama masa libur Lebaran. Kerja sama dengan seluruh fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun rumah sakit, tetap berjalan.
“Fasilitas kesehatan tidak tutup. Minimal layanan UGD tetap buka. Jadi jika ada kondisi gawat darurat, masyarakat bisa langsung datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Sementara, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan pelayanan yang wajib tersedia setiap saat, sehingga tidak boleh ditutup meskipun pada masa libur panjang. Kemudian, untuk layanan poli atau pelayanan non-darurat, jadwal operasional dapat menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing rumah sakit.
“Kalau poli mungkin ada pengaturan dari pihak rumah sakit, tetapi UGD tidak boleh tutup, baik di rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ungkapnya.
Untuk wilayah Kota Baubau tidak terdapat posko mudik khusus seperti yang disediakan di kota-kota besar. Posko tersebut biasanya ditempatkan di daerah dengan mobilitas pemudik yang tinggi.
“Posko di kita sendiri tidak ada. Biasanya posko-posko mudik itu berada di kota-kota besar seperti Makassar. Karena di daerah kita masih skala kecil, maka titik posko ditentukan oleh kantor pusat di kota-kota dengan potensi pergerakan pemudik yang besar,” tutupnya.
Peliput: Hengki TA
