Asman Hamdi Ditunjuk Menjadi PLH Kepsek SMAN 2 Wangi-Wangi Hingga Waktu Yang Tidak Ditentukan

1729

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Asman Hamdi SPd, ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (PLH) Kepala Sekolah (Kepsek) di SMAN 2 Wangi-Wangi hingga waktu yang tidak ditentukan.

Asman Hamdi, mengantongi Surat Keputusan (SK) sebagai Plh SMAN 2 Wangi-Wangi sejak 18 November 2025 hingga waktu yang tidak ditentukan. SK Plh itu dikeluarkan dan ditanda tangani Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Wangi-Wangi definitif, Hasanuddin SPd.

“Plh ini ditunjuk oleh Kepsek atas dasar bahwa Kepsek sedang berhalangan hadir di sekolah atau ada sesuatu hal yang menyebabkan tidak bisa menjalankan tugas-tugas di internal sekolah,” kata Asman Hamdi.

“Sehingga secara administrasi, Kepsek harus memberikan mandat kepada salah seorang wakilnya untuk menjalankan tugas dan fungsi seorang Kepsek, hingga Kepsek kembali ke sekolah untuk menjalankan tugasnya,” sambung Asman Hamdi, ditemui usai upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Selasa 25 November 2025.

Dimintai tanggapan terkait peringatan HGN 2025 yang bertepatan dengan 25 November. Asman Hamdi, mengungkapkan jika HGN 2025 dijadikannya sebagai momentum peningkatan mutu pendidikan di SMAN 2 Wangi-Wangi. Namun peningkatan mutu dan peningkatan kesejahteraan guru harus saling mendukung.

“Intinya, kami anggap HGN ini sebagai momentum untuk memulai agar lebih bagus lagi di semester depan. Jadi, semua guru harus mendapatkan jam mengajar yang profesional dan merata. Sehingga kebutuhan jam mengajar untuk mendapatkan sertifikasi tercukupi,” Asman Hamdi, menjelaskan.

Untuk meminimalisir kekurangan jam mengajar bagi guru yang belum sertifikasi. Asman Hamdi, mengatakan akan membuka mata pelajaran baru yakni Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). Dimana mata pelajaran itu merupakan pilihan di jenjang SMA/MA sejak tahun ajaran 2025/2026.

“Kebetulan di SMAN 2 Wangi-Wangi ada guru TIK yang belum sertifikasi. Jadi kami akan membuka mata pelajaran KA sehingga bisa mencukupi kebutuhan jam sertifikasi. Mata pelajaran KA ini mengajarkan siswa berpikir komputasional, literasi digital, algoritma pemrograman, analisis data serta etika penggunaan teknologi dan KA,” pungkas Asman Hamdi. (adm)