ASR-Hugua Tetapkan Roadmap Pariwisata di Sulawesi Tenggara

1224

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Andi Sumangerukka – Hugua (ASR-Hugua). Telah menetapkan delapan klaster event yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sultra.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Hugua, saat membuka Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Event Ekonomi Kreatif Daerah tingkat Sultra yang dipusatkan di Kabupaten Wakatobi. Rabu 19 November 2025.

Hugua, yang pernah menjabat Bupati Wakatobi dua periode sekaligus Bupati Wakatobi definitif pertama yang meletakan dasar-dasar pembangunan di Wakatobi mengatakan delapan klaster event dengan kualitas prima dan kualitas nasional bahkan internasional itu telah masuk dalam Roadmap Pariwisata Sultra.

“Inilah Roadmap Pariwisata Sultra yang baru terbangun di jaman ASR-Hugua. Selama ini tidak ada sehingga kegiatan Pariwisata di Sultra tidak teragenda. Delapan klaster itu akan dinaikan menjadi Keputusan Gubernur Sultra, dan kita berharap juga menjadi Keputusan para Bupati/Walikota,” harap Hugua.

Delapan klaster itu lanjut Hugua, akan saling berkaitan dengan event yang akan menampilkan atraksi Pariwisata di masing-masing klaster. Kemudian, menaikan nilai budaya, kearifan lokal di masing-masing klaster. Serta bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat dan ekonomi daerah di masing-masing klaster.

“Itulah tujuan delapan klaster itu. Hari ini, komitmen itu sudah kita wujudkan yang mana sebentar lagi kita lakukan dalam bentuk workshop. Dan kita minta agar seluruh Bupati/Walikota menganggarkan untuk delapan klaster ini,” pinta Wagub Sultra.

Menurut Hugua, Pariwisata tidak bisa dengan batas wilayah administrasi pemerintahan. Tapi menggunakan pendekatan klaster kewilayahan.

“Contoh, klaster pertama yakni Wakatobi karena sendiri maka namanya Wakatobi Wave. Lalu, klaster kedua yakni Keraton Buton meliputi Kabupaten Buton, Buton Selatan dan Kota Baubau. Klaster ketiga, Pulau Muna meliputi Kabupaten Buton Tengah, Muna dan Muna Barat. Klaster keempat adalah Rawa Apa meliputi Kabupaten Konawe Selatan, Bombana dan Konawe,”

“Klaster kelima adalah klaster Pulau Padamara meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur. Klaster ke-enam yakni klaster Mangrove Buton Utara. Klaster ketujuh yakni klaster Air Panas Matarombeo meliputi Konawe dan Konawe Utara. Serta klaster kedelapan yakni klaster Teluk Kendari meliputi Poros Labengki, Kota Kendari, Pulau Wawonii termasuk Toronipa dan sekitarnya,” Wagub Sultra menjelaskan.

Hugua mengatakan, dengan adanya klaster maka hampir setiap bulan ada kegiatan Pariwisata di Sultra. “Jadi dalam setahun ada delapan bulan berjalan kegiatan Pariwisata di Sultra dengan event berskala nasional bahkan internasional. Dan itu berjalan setiap tahun,” kata Hugua.

Di tempat yang sama, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Yudhistira Siahaan menambahkan jika di Deputi Event Kemenpar memiliki program antara lain Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai pendukung event di daerah. Jika kedepan dari berbagai event itu memenuhi syarat, maka dipastikan masuk dalam KEN 2026.

“Untuk akurasi 2026 sedang berjalan. Diharapkan nanti, event-event unggulan dari Sultra yang sudah lolos ke tahap akhir semoga bisa masuk. Tapi di luar KEN sendiri, ada juga event by Indonesia di luar event daerah. Yang mungkin kuat di event daerah seperti event bahari, sport dan lainnya yang sudah siap untuk dipromosikan,” tutupnya. (adm)