WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), Ir Hugua M.Ling, membuka pelaksanaan Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) Tahun 2025. Bertempat di Marina Togo Wangi-Wangi Wakatobi, Jumat 3 Oktober 2025.
Mewakili Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Hugua mengungkapkan Kabupaten Wakatobi ditetapkan sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional sejak tahun 2015. Penetapan itu menjadikan Wakatobi sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang memiliki posisi penting dalam pembangunan pariwisata di Indonesia.
“Penetapan ini tidak lepas dari potensi pariwisata bahari yang sangat kaya dimiliki Wakatobi. Hamparan terumbu karang dalam laut merupakan bagian segitiga karang dunia (Coral Triangle) yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timur Leste yang sangat kaya dengan spesies terumbu karang,” ungkap Hugua.
Kekayaan terumbu karang itu lanjut Hugua, menjadikan Wakatobi sebagai Cagar Biosfer Bumi yang diakui UNESCO tahun 2012. Dan menjadikan Wakatobi Taman Nasional dengan wilayah laut terluas kedua di Indonesia setelah selat Cendrawasih di Papua.

“Keunikan ini menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Wakatobi dan menikmati keindahan bawah lautnya,” ucap mantan Bupati Wakatobi dua periode tersebut.
Hugua mengatakan, masyarakat Sultra dan Wakatobi pada khususnya patut bersyukur memiliki even Wakatobi Wave, sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2015. Dimana event itu secara kontinyu dilaksanakan oleh Bupati Wakatobi setelah Hugua berakhir masa jabatannya. “Terimakasih Bupati H Arhawi – Ilmiati Daud dan H Haliana – Safia Wualo, telah melanjutkan even Wakatobi Wave,” Hugua, mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati setelahnya.
Penyelenggaraan event Wakatobi Wave yang telah masuk dan ditetapkan dalam Karisma Even Nasional (KEN) kata Hugua. Merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dimana dalam Asta Cita ke delapan, mempercepat akselerasi kehidupan antara harmonisasi lingkungan budaya dan saling toleransi antar umat beragama menuju Indonesia adil makmur. “Kemudian ASR-Hugua menurunkan kedalam Tri Cita yakni Sultra maju, aman sejahtera dan religius,” tutur Hugua.

Hugua, meyakini jika pembangunan diawali dengan Reformasi budaya, gerakan budaya dengan kearifan lokal. Maka daerah pasti mengalami kemajuan karena daerah itu memiliki jati diri yang kuat.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi karena Wakatobi Wave 2025 diawali dengan rangkaian acara yang memukau, pertunjukan karnaval budaya, tari kolosal, prosesi adat Bhangka Mbule-Mbule dan lain sebagainya,” ujar Hugua.
Mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua mengajak seluruh masyarakat Sultra khususnya masyarakat Wakatobi untuk menjadikan tema Wakatobi Wave 2025 untuk pijakan strategis dalam menyelenggarakan even penting.
Diakhir sambutannya, Hugua juga mengatakan jadikan even Wakatobi Wave sebagai pijakan pariwisata yang bermakna dan berkesan. “Jaga lingkungan kita, jaga laut kita karena hanya itu kekayaan kita miliki. Kita tidak punya tambang, yang ada hanya laut dan isinya,” pinta Hugua.
Saya juga menaruh harapan besar bahwa Wakatobi Wave 2025 akan menjadi gerbang untuk penemuan ulang surga warna-warni Wakatobi di mata dunia. Semoga even ini tidak hanya memukau secara estetis tetapi juga memperkuat citra Wakatobi sebagai destinasi pariwisata berkelas yang berakar pada budaya dan inovasi lokal,” tutup Wakil Gubernur Sultra. (Adm)
