WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Wakatobi, Ir Agus, S.ST, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo dalam proses penguurusan sertipikat tanah.
Himbauan itu disampaikan guna mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan masyarakat dan memastikan proses pelayanan berjalan transparan dan sesuai prosedur.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk datang langsung ke Loket Kantor Pertanahan dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Jangan gunakan jasa calo yang menjanjikan kemudahan, karena itu justru dapat menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Kepala Kantah Wakatobi. Kamis 6 Maret 2025.
Agus S, menjelaskan jika Kantor Pertanahan Wakatobi telah menyediakan loket pelayanan pendaftaran tanah yang mudah dan terjangkau. Masyarakat dapat memperoleh informasi lengkap mengenai persyaratan dan prosedur pendaftaran tanah melalui petugas di loket.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna layanan. Petugas kami siap membantu dan memberikan informasi yang dibutuhkan. Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang kurang jelas,” tambahnya.
Penggunaan calo dalam pengurusan sertipikat tanah lanjutnya, dapat membawa berbagai risiko. Diantaranya biaya yang pasti lebih mahal, karena calo sering membebankan biaya tambahan di luar ketentuan resmi.
Kemudian proses yang tidak menentu dan tidak transparan karena kurangnya informasi yang jelas mengenai tahapan, jangka waktu dan persyaratan, potensi penipuan melalui pemalsuan dokumen atau janji palsu, serta keterlambatan dalam proses layanan.
Oleh karena itu, Kepala Kantor Pertanahan Wakatobi mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dan teliti dalam mengurus sertipikat tanah. Dengan mendaftar secara mandiri, masyarakat dapat menghemat biaya, memastikan proses berjalan transparan dan terhindar dari risiko penipuan.
“Kami berharap himbauan ini dapat dipahami dan dilaksanakan seluruh pengguna layanan Kabupaten Wakatobi. Mari kita bersama-sama menciptakan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan dan akuntabel,” pinta Agus S. (Adm)
