BUPATI BUTON BUKA PELATIHAN PENGELOLAAN USAHA PARIWISATA, BEGINI PESANNYA

636
Bupati Buton, La Bakry buka secara resmi pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay atau Pondok Wisata. FOTO:ILW/TRIBUNBUTON.COM

 

BUTON, TRIBUNBUTON.COM – Bupati Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Bakry, mengatakan sejumlah wilayah di Buton memiliki potensi pariwisata yang perlu dikembangkan. Hal itu dibuktikan dengan diusulkannya 17 desa wisata di Kementerian Pariwisata RI.

Dari sejumlah desa yang diusulkan untuk desa wisata itu. Masing-masing desa memiliki peluang berbeda-neda sesuai budaya dan adat istiadatnya. Disamping itu, pariwisata Buton akan menopang pariwisata Wakatobi yang dikenal dengan keindahan alam lautnya.

Hal itu diungkapkannya saat membuka pelatihan pengelolaan usaha pariwisata Homestay atau pondok wisata yang digelar Dinas Pariwisata Buton. Kamis (12/5/2022).

La Bakry, menjelaskan pariwisata Buton sudah diprogramkan sejak tahun lalu oleh Dinas Pariwisata Buton. Seperti usulan 17 desa sebagai desa wisata itu. Sehingga butuh dukungan semua pihak serta apresiasi atas kinerja Dispar Buton yang sudah memetakan potensi lokal atau ciri khas setiap desa sebagai modal daya pikat wisatawan untuk mengunjungi Buton.

“Pariwisata di Buton mensuport pariwisata Wakatobi. Ini sesuai arahan Dispar Provinsi . Sehingga ketika Buton berbenah, wisatawan tidak hanya datang di Wakatobi dengan surga bawah lautnya tapi pariwisata di atas laut juga baik yang ada di Buton, Buton Tengah, Baubau atau wilayah sekitarnya,” kata Bupati Buton.

Olehnya itu lanjut La Bakry,, Pemkab Buton mendorong homestay karena secara ekonomi untuk membangun hotel di Buton, investor masih berpikir. Pasalnya Buton bukan wilayah transit, orang berkunjung ke Buton jika ada tujuan tertentu.

Bupati Buton menjelaskan dalam rangka mendorong desa wisata maka perlu didorong pembangunan Homestay yang dibangun masyarakat. Pemkab Buton berharap sejak dini melalui jejaring setiap pendamping /guide sudah bisa menawarkan spot wisata yang ada di Kabupaten Buton, dengan menawarkan paket wisata homestay.

“Dengan menawarkan spot wisata maka akan memberikan keuntungan. Banyak destinasi wisata yang bisa ditawarkan sehingga wisatawan datang berwisata mengusir kepenatan dengan menikmati keindahan alam, makanan khas, dan lainnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi, menjelaskan semua desa untuk berpartisipasi dalam mengelola usaha Homestay guna mengembangkan potensi desa wisata di wilayah Buton. Dari 23 desa wisata yang diusulkan di 2022, ada 17 desa wisata yang masuk dalam jejaring desa wisata atau Jadesta.

Dari 17 desa yang masuk dalam Jadesta itu tambah Kadis Pariwisata Buton, akan menjadi mitra Dinas Pariwisata kaitannya dengan pembinaan.

“Kami bekerja sama dengan pihak desa bahwa peserta dapat menyediakan rumahnya untuk Homestay sehingga dari rumah tersebut dapat menjadi cikal bakal atau contoh bagi desa lain yang ingin berkembang,” tambahnya.

“Ini merupakan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai wadah komunitas bagi desa wisata di seluruh Indonesia berbasis informasi dan teknologi,” tutupnya.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan itu berlangsung selama 4 hari dengan jumlah peserta 40 orang berasal dari perwakilan setiap desa wisata di Kabupaten Buton. (Tribunbuton.com/Ilw)