PENGELOLAAN ANGGARAN PDAM BAUBAU TAK SESUAI SOP

706
Pj Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, saat ditemui di ruangannya, 27 April 2022

 

Wali Kota Warning Kepala PDAM Baubau

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Pj Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau Sulawesi Tenggara tidak dipimpin oleh orang yang berkopeten. Wali Kota mendapatkan laporan dari akuntan yang ditunjuk untuk melakukan audit terhadap kinerja PDAM Kota Baubau.

Dari hasil penyelidikan dikatahui PDAM Kota Baubau tidak dapat menjalankan manajemen dan Sistem Operasional Prosedur (SOP) dengan baik. Sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengelolaan perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang memeberikan pelayanan kepada publik SOP-nya harus jelas seperti waktunya sudah terjadwal anggarannya terencana harus jelas,” ucap Ahmad Monianse, ditemu di ruangannya, 27 April 2022.

Monianse menyarankan perusaan untuk membuat kebijakan akuntansi. Yakni sistim peminjaman uang kas. Dengan demikian uang yang masuk ke perusaan tidak dipergunakan dengan sesuka hati dan harus melalui prosedur agar keuangan dapat terkontrol dengan baik.

Monianse melihat perencanaan anggaran PDAM belum disiplin sehingga dokumen yang seharusnya ditandatangi oleh kepala daerah justru terkesan diabaikan. Menurut Monianse, pengelolaan anggaran perusaan tidak sah.

“Perusahaan ini kalau saya ibaratkan sebuah pesawat terlihat melakukan manufer menukik, saya melihat kemampuan untuk naiknya hampir tidak ada, itulah saya melihat perusahaan ini sangat jelas dipimpin oleh dirut PDAM yang tidak berkopeten, ini pelayanan publik, kepala daerah mukanya disitu,” sindirnya.

Dirinya akan melakukan langkah yang tegas demi keselamatan banyak pihak, karena dia melihat pengelolaan anggaran dari tahun 2020 hingga saat saat ini terlihat menurun. Di tahun ini dirinya akan melakukan penyelamatan agar tidak terjadi penurunan yang sangat drastis.

“Kepala daerah mukanya di situ, kalau dibiarkan sama saja menampilkan muka atau wajah yang tidak pas untuk pelayanan, masa saya harus mengorbakan kebutuhan dasar hanya karna perasaan, tidak ada manajemen perasaan disini,” ungkapnya dengan nada tegas.

La Ode Ahmad Monianse mendapatkan loparan bahwa kepala PDAM diduga memiliki pekerjaan di luar perusahaan yakni pertambangan. Sehingga manajemen dan SOP pada perusaan tidak berjalan sesuai aturan.

“Kalau ada pekerjaan lain lebih bagus konsentrasilah keperkerjaan itu yang lebih menggiurkan jangan korbankan pelayanan publik, kasihlah pekerjaan ini kepada orang yang berkopeten,” tutupnya. (tribunbuton.com/Flash).