WAKATOBI, TRIBUN BUTON,COM – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wangi-Wangi Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) komitmen menjadikan pembuatan minyak goreng tradisional sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal (Mulok).
Komitmen pimpinan dan dewan guru khususnya guru Prakarya di SMAN 1 Wangi-Wangi itu. Disepakati setelah melihat hasil produksi pembuatan minyak goreng tradisional yang diprakarsai Dikbud Sultra dan KNPI Sultra beberapa waktu lalu.
Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Wangi-Wangi, Yuwono, mengungkapkan kegiatan pembuatan minyak goreng tradisional akan ditindaklanjuti oleh guru prakarya dan kewirausahaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami sudah komitmen bersama guru prakarya dan kewirausahaan agar kegiatan ini dijadikan pelajaran ekstrakurikuler di masing-masing kelas,” ungkap Yuwono, Senin (4/4/2022).
Dalam kegiatan pembuatan minyak goreng tradisional yang diikuti sekolah setingkat SMA/sederajat dan SLB di Wakatobi tersebut. SMAN 1 Wangi-Wangi memproduksi minyak goreng tradisional terbanyak dari 26 sekolah peserta kegiatan.
“SMAN 1 Wangi-Wangi berhasil memproduksi minyak goreng tradisional sebanyak 16 botol atau 24 liter,” ucap Kasek SMAN 1 Wangi-Wangi.
Kegiatan pembuatan minyak goreng tradisional itu lanjut Yuwono . Selain menjadi ajang menciptakan produk rumah tangga dimasa pandemi. Juga sebagai ajang silaturahmi antar sekolah setingkat SMA di Wakatobi.
“Kami sangat berterimakasih kepada Pemprov Sultra, dimana selain pembuatan minyak goreng dari kelapa, juga merupakan ajang silaturahmi antara KS, guru, dan siswa se Wakatobi. Di bulan Ramadhan ini juga kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan,” Yuwono, mengakhiri penjelasannya. (Tribunbuton.com/Din)
