DIDUGA SUNAT GAJI APARAT MASJID, MASYARAKAT GELAR UNJUK RASA

575
Masyarakat Butur aksi unjuk rasa dugaan korupsi dan penggelapan PLt Lurah Bonelipu La Ode Ashar. FOTO:ASMAN/TRIBUNBUTON.COM

 

BUTUR, TRIBUNBUTON.COM – Masyarakat gelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Buton Utara (Butur) terkait dugaan tindak pidana korupsi dan penggelapan anggaran yang tidak transparan diduga dilakukan oleh Plt Lurah Bonelipu La Ode Ashar.

Selain itu, adanya program yang sampai kini belum terselesaikan. Masyarakat mulai resah dengan ketidak transparansinya pemerintah Kelurahan Bone Lipu dalam pengelolaan anggaran.

Selain itu, pembangunan lapangan takraw yang dinilai tidak memiliki asas manfaat dan akan mubazir dikemudian hari karena lokasi pembangunan yang tidak strategis,” kata Suwardin saat ditemui awak media, Kamis, 16 Desember 2021.

Suwardin menambahkan, Plt Lurah Bonelipu telah memotong gaji tenaga kerohanian sebesar Rp 64.800.000 (enam puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah).

“Gaji pegawai sara dan aparat masjid Kelurahan Bone Lipu. Pa Lurah telah memotong gaji mereka. Seharusnya gaji mereka itu satu juta, dipotong jadi lima ratus ribu,” katanya.

Dia menjelaskan, aparat kelurahan yang dipotong honornya yakni Moji, guru ngaji, Hatib dan cleaning servise mesjid. Lanjutnya, yang lebih parah lagi katanya ada yang belum terima gaji sama sekali.

“4 orang moji ngaji dipotong jadi Rp500 ribu, guru ngaji seharusnya Rp500 ribu jadi Rp300 ribu dari 5 guru ngaji, 2 Hatib gaji satu juta dipotong jadi Rp500 ribu dan gaji tokoh adat dari Rp500 ribu menjadi Rp300 ribuh serta cleaning servise masjid belum dibayar sama sekali,” ungkapnya.

Suwardin menambahkan, modus yang dilakukan Laode Ashar saat melakukan pemotongan honor aparatnya usai penandatanganan kwitansi penerimaan gaji.

“Disini ada sebuah dugaan penipuan. Pasalnya berdasarkan SK tercantum gaji aparat sebesar Rp500 ribu rupiah, namun setelah penandatanganan pembayaran yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang ada di SK mereka,” ujarnya.

Olehnya itu, dia berharap kepada pemerintah daerah melalui Sekda Butur selaku jenderal ASN untuk melakukan pembinaan Plt Lurah Bone Lipu dan dia juga meminta kepada Sekda Buton Utara agar segera mencopot atau mengganti Plt Lurah Bone Lipu.

“Kami tak percaya terhadap Lurah Bone Lipu Laode Berharap digantikan dengan orang-orang yang baik untuk membangun kampung kami,” tandasnya.

Sementara itu Plt Lurah Bone Lipu saat dikonfirmasi via telepon tiga kali tidak diangkat dan dikonfirmasi melalui whatsApp juga tidak ada balasan. (m1)