DISPAR BAUBAU GELAR FORUM VOLUNTEER PASARKAN PARIWISATA

424
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, ketika membuka Forum Volunteer dan komunitas pariwisata untuk memasarkan pariwisata Baubau. FOTO:RIFAN MAWANDILI/TRIBUNBUTON.COM

Wakil Wali Kota: Di Masa Pandemi Perlu Strategi Baru

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Kota Baubau, menginginkan pengembangan dan peningkatan pemasaran sektor kepariwisataan. Atas alasan ini, diadakan Forum Volunteer dan Komunitas Pariwisata Untuk Pemasaran, Jumat 12 November 2021, bertempat di Kantir Disparbud Kota Baubau.

Forum ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse. Ia mengatakan di masa pandemi Covid 19 perlu membuat srategi baru dalam pemasaran. Dalam mempromosikan pariwisata perlu mempertimbangkan dua segmen, karena saat ini ada yang masih takut dan ada yang sudah berani .

“Dalam upaya mempromosikan pariwisata harus memperhatikan dua segmen berani atau takut supaya media iklan bisa seragam,” ucap La Ode Ahmad Monianse.

Menurut dia, biasanya yang berani untuk memanfaatkan ruang dalam mempromosikan pariwisata di masa Pandemi Covid 19 atau di penghujung pandemi ini adalah kaum milenial dan generasi z. Sedang para senior traveling masih menunggu diumumkan bahwa sudah benar-benar aman.

“Inilah yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadisparbud Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi, mengatakan Forum Volunteer dan Komunitas Wisata untuk Pemasaran Pariwisata, dalam rangka menyamakan presepsi. Misalnya harus memiliki jiwa yang kuat, nurani, dan semangat keikhlasan untuk membangun negeri.

“Yang berkesibukan di dunia pariwisataan harus memiliki jiwa yang kuat, punya nurani, dan semangat keikhlasan untuk membangun negeri,” imbuh Idrus Taufiq Saidi.

Ia menambahkan, dalam upaya mewujudkan pemasaran pariwisata Kota Baubau, generasi y, atau sering disebut milenial dan generasi z harus tetap semangat serta mampu mempromosikan daerah. Dengan demikian turis lokal, domestik, regional, dan mancanegara tertarik untuk berkunjung.

Sementara itu, apa yang menjadi polemik di lapangan harus diselesaikan bersama-sama. Menurut dia urusan tanggung jawab kepariwisataan bukan hanya pemerintah melaikan tanggung jawab bersama yang tergabung dalam forum atau yang bergerak di bidang kepariwisataan.(p1)