BAUBAU,TRIBUNBUTON.COM – Dinas Kesehatan Kota Baubau menggelar kegiatan Jambore Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), dengan tema “Menyiapkan Generasi Sehat, Kreatif dan Berkarakter Po-5 Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”, Sabtu 6 November 2021 di Tribun Kotamara Baubau. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut hari kesehatan nasional yang jatuh pada 12 November 2021 nantinya.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, menjelaskan Pemerintah Kota Baubau dan Majelis Pembina Cabang Pramuka sangat mengapresiasi kegiatan Jambore Germas. Menurut dia, dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat menaikan derajat hidup sehat.

“Pemerintah Kota Baubau dan Majelis Pembina cabang Pramuka sangat mengapresiasi kegiatan Dinkes, Jambore Germas,” ucap La Ode Ahmad Monianse pada sambutan kegiatan”
Monianse mengatakan saat ini negara telah mengalami perubahan penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi Ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular. Dimana faktor perilaku dan lingkungan memegang peran lebih dari 75 persen dari kondisi derajat kesehatan masyarakat, untuk itu Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat hidup sehat yang lebih baik.
Sementara itu, Jambore Germas Tahun 2021 merupakan gerakan yang lahir dari Saka Bakti Husada. Kegiatan ini bertujuan mengerakan masyarakat terutama generasi muda untuk membudidayakan Germas.
“Kami sangat mendukung Saka Bahkti Husada yang merupakan unit kesehatan bersumber daya masyarakat selalu berkomitmen mendukung segala program dinkes dalam mewujudkan masyarakat yang tau, mau, dan mampu untuk hidup sehat” ucapnya.

Kabid Jesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr Pangeran Abdul Aziz Salam, mengatakan kegiatan ini dimeriahkan dengan beberapa lomba. Di antaranya diskusi, cerdas cermat, yelyel germa, olahraga tradisional yaitu Ase dimana ace mengenakan fisik dan juga kemping namun peserta dibatasi karna masi masa pandemi.
“Kegiatan Jambore Germas ini dimeriahi dengan beberapa lomba,” tandasnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta dibatasi karna masi masa pandemi, untuk itu Dinas Kesehatan harus bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa di masa pandemi harus tetap menjalankan protokol kesehatan.(p1)
