WAKATOBI, TRIBUN BUTON – Bupati Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H Haliana, di waktu dan tempat yang bersamaan. Atas nama Pemkab Wakatobi menyelesaikan penandatanganan kerjasama dengan dua lembaga vertikal.

Dua lembaga dimaksud yakni Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sultra. Bertempat di lantai dua Kantor Bupati Wakatobi, Kamis (4/11/2021).
Kerjasama Pemkab Wakatobi dengan pihak BI Perwakilan Sultra, terkait pilot project pengembangan klaster Kain Tenun Desa Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Pihak BI Perwakilan Sultra diwakili Andi Anjung.
Sedangkan kerjasama Pemkab Wakatobi dengan pihak BPOM Sultra terkait pengawasan obat dan makanan terpadu di wilayah Kabupaten Wakatobi. Pihak BPOM Sultra dihadiri Kepala BPOM Sultra, Yoseph Nahak Klau.
Penandatanganan kerjasama dimaksud dalam rangka mendukung dan mempresure program pemerintah pusat yang menjadikan Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Bupati Wakatobi, H Haliana, mengapresiasi perhatian dalam bentuk program kedua lembaga vertikal itu. Karena sangat disadari jika di Wakatobi masih banyak hal yang menjadi urusan pemerintah dalam hal kebutuhan masyarakat yang masih berkaitan dengan pariwisata.
“Kami sadari di Wakatobi banyak hal yang menjadi urusan pemkab terkait kebutuhan masyarakat. Terkhusus kaitannya dengan pariwisata. Sehingga dengan kerjasama nanti bisa menuntaskan kebutuhan masyarakat Wakatobi,” harap Bupati Wakatobi.
Menurut H Haliana, pemberdayaan dan advokasi diharapkan bisa memberi solusi menuntaskan kemiskinan. Di Kabupaten Wakatobi, pengembangan UMKM menjadi titik fokus pemerintah daerah.
“Kita berharap pula jika pemberdayaan SDM UMKM dan peningkatan kompetensi bisa menciptakan tenaga kerja siap pakai atau telah memiliki keterampilan. Sehingga kerjasama dengan lembaga terkait sangat perlu,” ucap H Haliana.
Begitupun pelaku usaha, Bupati Wakatobi menegaskan sangat perlu mendapat edukasi. Pelaku UMKM dan usaha pangan kedepan ada pembinaan agar menjadi maksimal.
“Kita harus memastikan ketersedian pangan agar Wakatobi menjadi daerah yang layak untuk dikunjungi,” H Haliana, menegaskan.
Ditambahkannya, kerjasama dengan kedua lembaga itu adalah momentum guna mencapai visi misi daerah. Sebagaimana komitmen awal untuk merubah pola pikir masyarakat menuju daerah pariwisata.
“Pengembangan kualitas SDM di Wakatobi merupakan komitmen untuk membantu masyarakat sebagi komitmen awal. Untuk merubah pola pikir masyarakat. Masyarakat harus menyadari bahwa pariwisata merupakan sumber penghidupan,” tutup Bupati Wakatobi.
Peliput: Duriani
