SAMPOLAWA PANGKALAN PERANG LAUT, PENOPANG KESULTANAN BUTON

1358
Ilustrasi perang laut. FOTO:IST

 

BUSEL, TRIBUNBUTON.COM – Sampolawa dalam perjalanan sejarah Kerajaan Buton, turut andil menopang tegak berdirinya Kesultanan Buton. Dalam catatan sejarah, Sampolawa sebagai pusat pangkalan perang laut yang menjaga teritori maritim Kesultanan Buton.

Gerakan Sampolawa Mengajar (GSM) menginisiasikan satu ruang diskursus untuk mempercakapkan kembali sejarah Sampolawa dengan tema “Temu Gagasan, Menelusuri Jejak Sejarah Sampolawa”. Ketua GSM, Hartoni, mengatakan kegiatan ini bakal menjadi titik balik membangun Sampolawa kedepan melalui pintu masuk sejarah.

“Karena dari sejarahlah segala pola laku hidup masyarakat Sampolawa mendapatkn nilai luhurnya yang telah lama terabaikan oleh generasi Sampolawa,” jelasnta via rilis, Sabtu 30 Oktober 2021

Ketua Panitia kegiatan, L M Ihram Al Fadin, memaparkan kegiatan ini dapat memantik penelitian yang serius terhadap sejarah Sampolawa dan perlindungan terhadap situs-situs sejarah Sampolawa yang telah terbengkalai.

Sampolawa Sebagai penopang Kesultanan Buton masa lalu, maka menjadi cikal bakal “Kota Kampebuni”. Namun, geliat zaman yang berkembang begitu pesat menjadikan catatan itu luput untuk terbaca oleh generasi Sampolawa dewasa ini.

Hingga kini, pertanyaan tentang sejarah Sampolawa sejauh mana peran Sampolawa dalam catatan sejarah Kesultanan Buton sebagai negeri para Kapitalao. Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya. Di antaranya La Ode Alirman SH, Kadis Kebudayaan Busel La Ode Hasani SPd, dan La Ode Raden SPd sebagai simpatisan sejarah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan satu rekomendasi penting bagi Sampolawa, wabillkhusus bagi generasi Sampolawa; agar dapat menemukan kembali nilai luhur dan keadaban yang telah diwariskan oleh leluhur Sampolawa. (yhd)