PENJUAL: BERAS MULAI LAKU SEJAK BANTUAN TIDAK MARAK

653
Muhamad Faisal, penjual beras di Pasar Wameo. FOTO:ANTI/TRIBUNBUTON.COM

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Masa pandemi Covid19, berpengaruh pada penjualan beras. Yang paling terasa ketika awal mula virus ini merajalela, adalah termasuk penjual beras.

Ahmad Faisal, penjual beras di Pasar Wameo, menjelaskan sebenarnya pedagang sembako tidak terkena dampak. Hanya saja karena masyarakat Baubau dan sekitarnya mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Seperti minyak goreng, beras dan telur sedangkan di toko kami berjualan seperti barang tersebut dan pada akhirnya kami tidak punya penghasilan seperti tahun kemarin,” ucap Ahmad Faisal.

Hal ini sangat terasa oleh pedagang, penjualam menurun drastis. Belum lagi lockdown di beberapa daerah yang masyarakatnya sering berbelanka di Toko Faisal.

Namun sekarang omset penjualan sedikit demi sedikit mulai normal setelah setahun. Beras yang paling diminati masyarakat Baubau dan sekitarnya adalah cap anak beruang.

Menurut dia, sebenarnya kualitas semua beras hampir sama tetapi masyarakat lebih memilih merek yang sudah banyak diminati masyarakat Baubau dan sekitarnya. Ada beras 788, beras garuda, dsb yang hampir semua biji berasnya sama.

Beras yang dijual berasal dari Bone dan beras lokal Ngkaringkari. Sedangkan pembelinya dari masyarakat Baubau dan sekitarnya seperti Busel karena kebetulan mobil yang mangkal di Pasar Wameo sebagian besar dari Busel. (Anti)