LIMA PELAJARAN DAN HIKMAH ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

1235
Kepala BKPSDM Butur, La Nita/tribunbuton.com

BUTUR TRIBUNBUTON.COM
Peristiwa Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW, mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam.

“Dari peristiwa Isra Mi’raj ini terdapat lima pelajaran penting yang dapat diambil oleh umat Islam,” kata Kadis BKPSDM Lanita Saat ditemui di Kediamannya, Minggu 14 Maret 2021.

Kepala Dinas yang mendalami ilmu agama ini, memaparkan lima pelajaran penting Isra dan Mi’raj. Pertama bahwa yang Allah Isra’kan adalah hamba-Nya.

Ini merupakan deklarasi dari Allah SWT bahwa Muhammad SAW adalah contoh hamba-Nya untuk seluruh umat di penjuru bumi mencapai derajat kehambaan. Mengapa?karena Allah memuji akhlaknya.

Kata hamba maksudnya adalah Rasulullah Muhammad SAW. “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung; QS Al Qalam: 4)”

“Rasulullah SAW dijamin masuk surga, maka siapa yang ingin masuk surga tidak ada pilihan kecuali dengan mencontoh Rasulullah. Perbuatan Rasulullah adalah terjemahan hidup dari Al-Qur’an itu sendiri. Maka tidak mungkin seseorang paham maksud Al-Qur’an tanpa merujuk kepada sejarah perjuangan Nabi Muhammad, SAW,” ucapnya.

Kedua Isra Mi’raj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hamba-Nya tercinta Nabi Muhammad SAW. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah SWT. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan Agama Allah SWT.

Kendati nabi baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Khadijah sebagai istri tercinta, dan wafatnya paman tercinta yaitu Abu Thalib.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi setelah dua orang yang paling Rasulullah cintai meninggal dunia. Kedua orang tersebut adalah paman Rasul yang bernama Abu Thalib dan istri Rasul yang bernama Siti Khadijah.

Keduanya dikenal sebagai orang paling membela selama dakwah Rasulullah di Mekah. “Peristiwa ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid, memakmurkan majlis ilmu, dzikir dan tahlil, Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan baginya,” kata Lanita.

Ketiga adanya perintah kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim. Jika nabi melakukan Isra Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat,” sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (Mi’raj) kepada Allah SWT lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’.

Dengan shalat yang khusyu seseorang akan merasa diawasi oleh Allah, sehingga ia malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, berkata kotor, mencaci orang lain, berbuat bohong.

Dan sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan. Hal tersebut demi mengagungkan keesaan dan kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk Allah yang terbaik di muka bumi ini.

Keempat Isra Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah Itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa dan kembali menuju bumi dengan selamat.

Jika hal ini telah terjadi di zaman Nabi 1400 tahun yang lalu. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat Islam agar mandiri, belajar, bangkit dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, namun juga harus melek terhadap sains dan teknologi.

“Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sebuah umat dan bangsa,” jelasnya.

Kelima dalam perjalanan Isra’ Mi’raj dihubungkan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.

Peristiwa tersebut memberikan pelajaran bagi kita beberapa hal, bahwa Allah SWT sangat mencintai masjid. Bahwa semua bumi ini diciptakan oleh Allah untuk tempat bersujud dan bahwa siapapun yang mengaku beriman, ia pasti mencintai masjid dan ikut memakmurkan masjid.

Allah berfirman “yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut selain kepada Allah QS; At-taubah:18).

Dirinya berharap agar senantiasa umat islam menjadi umat yang selalu dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin. (m1)