
Minta Kejelasan Statemen Sekda dan Kadis Dikbud Soal FGD
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Kota Baubau melayangkan surat permohonan penghentian sementara proyek pembangunan revitalisasi kawasan kasulana tombi. Sekaligus mengkonfirmasi pernyataan Sekda Kota Baubau dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan terkait revitalisasi kasulana tombi akan dilakukan setelah FGD.
Ketua PC PMII Baubau, Abdul Aziz Muslimin Haladi, via rilis meminta kejelasan statement Sekda Baubau dan Kadisdikbud terkait revitalisasi yang akan digelar setelah dilakukan FGD. Selain itu merujuk pada UU Cagar Budaya No.11/2010, harus ada penelitian pada setiap rencana pengembangan cagar budaya untuk menghimpun informasi serta mengungkap, memperdalam dan menjelaskan nilai-nilai budaya serta pemerintah daerah atau penyelenggara penelitian mengonfirmasikan dan mempublikasikan hasil penelitiannya kepada masyrakat.
“Kami dari PC PMII Baubau melihat tidak adanya pembublikasian hasil penelitian dan sosialisasi kepada masyrakat Maka dengan itu kami menyurati walikota yang tembusannya kepada, Ketua DPRD Kota Baubau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau,” jelasnya, Kamis 1 Oktober 2020.
Dalam surat PC PMII yang isi lampiranya menegaskan tiga hal kepada Walikota Baubau:
1. Mengehentikan sementara proyek pembangunan kawasan cagar budaya kasulana tombi karena terkesan sepihak dan konsep revitalisasi berupa menara justru menambah nilai-nilai baru yang akan mengurangi nilai history dan menutupi pandangan kita terhadap kasulana tombi.
2. Pemerintah kota baubau harus segera melakukan forum group diskusi untuk mencari solusi terbaik dalam pelesetarian cagar budaya kasulana tombi dengan meminta persetujuan dan dukungan dari perangkat agama maupun adat yang terdiri dari 72 Kadie, Pemuda dan tokoh sejarah yang ada diwilayah eks kesultanan buton.
3. Apabila walikota baubau tidak mengindahkan surat ini, maka kami akan melakukan konsolidasi akbaryqng terdiri dari seluruh perangkat adat dan agama serta masyarakat eks kesultanan buton untuk menghentikan sendiri proyek pembangunan revitalisasi kawasan kasulana tombi.
Sementara itu hingga saat ini, Ketua PMII masih melakukan silatuhrahmi dan konsolidasi kepada perangkat adat, agama, pemuda dan beberapa lembaga adat di wilayah eks Kesultanan Buton. (adm)