Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Membaca Peta Sekaligus Memahami Manusia

8

Yogyakarta, Tribunbuton.com – Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan jika Indonesia membutuhkan insan Pertanahan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam membaca peta dan memahami aspek administrasi pertanahan. Tetapi juga mampu memahami manusia serta dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Sri Sultan, persoalan Pertanahan pada dasarnya tidak semata-mata berkaitan dengan data spasial, batas bidang tanah, maupun dokumen administrasi. Di balik setiap bidang tanah terdapat masyarakat, sejarah, kepentingan, serta hubungan sosial yang perlu dipahami secara menyeluruh.

“Indonesia butuh insan pertanahan yang mampu baca peta sekaligus memahami manusia,” pesan Sri Sultan Hamengkubowono X, yang menjadi pesan penting untuk menggambarkan perlunya keseimbangan antara kompetensi teknis dan kemampuan memahami kondisi sosial masyarakat dalam penyelenggaraan urusan pertanahan.

Kemampuan membaca peta lanjutnya, menjadi bagian penting dalam memastikan ketepatan data dan kepastian hukum pertanahan. Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan kepekaan terhadap kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat agar setiap kebijakan dan pelayanan pertanahan dapat dilaksanakan secara adil, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan pertanahan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan publik. Insan pertanahan diharapkan tidak hanya bekerja berdasarkan data dan aturan, tetapi juga hadir untuk mendengarkan, memahami, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan memadukan ketepatan data, kepastian hukum, kompetensi teknis, dan pemahaman terhadap manusia, diharapkan penyelenggaraan pertanahan di Indonesia dapat semakin memberikan manfaat nyata serta mendukung terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. (adm)