Baubau, Tribunbuton.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Hugua, menghadiri wisuda perdana program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid Baubau, Tahun Akademik 2025/2026. Minggu 12 Juli 2026.
Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Hugua, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Baubau, pihak Yayasan, serta seluruh civitas akademika. Atas dedikasi dan kerja keras yang telah dicurahkan, yang kini membuahkan hasil manis dengan lahirnya angkatan pertama sarjana Syariah.
“Momentum ini adalah tonggak sejarah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Kepulauan Buton dan Kota Baubau,” terang Hugua.
<span;>Wagub Sultra, pada kesempatan itu mengatakan wisuda perdana STIS Baubau memiliki arti strategis yang sangat besar bagi daerah. Dimana, kampus STIS Baubau resmi mempersembahkan lulusan terbaik dari dia program studi yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Yakini program studi HKI dan HES.
<span;>”Kedua sektor ini merupakan intisari dari dinamika sosial serta perkembangan ekonomi masyarakat kita saat ini,” ujar Wagub Sultra.
Menurut Hugua, lulusan program studi HKI memiliki amanah besar dalam me jaga sendi-sendi moral dan ketahanan keluarga. Di tengah tantangan perubahan sosial dan teknologi, keberadaannya saudara sangat dibutuhkan untuk membentengi masyarakat agar tetap berpegang teguh pada nilai syariat,” ucap Hugua.

“Sementara itu, bagi lulusan HES. Saudara dituntut menjadi aktor utama dalam ekonomi dan literasi keuangan syariah, industri halal serta tata kelola bisnis memerlukan integritas saudara untuk mendorong kesejahteraan umat,” Hugua, menambahkan.
Hal itu lanjut Hugua, sangat selaras dengan tema yang diusung yakni Mencetak Sarjana Syariah Berintegritas, Berilmu dan Berkhidmat untuk Umat.
“Tema ini bukan sekedar deretan kata, melainkan sebuah instruksi nyata. Saudara diharapkan tidak hanya menjadi penonton di era persaingan global. Tetapi harus mampu menjadi solusi, inovator dan pemimpin yang berkhidmat sepenuh hati untuk masyarakat.
Wagub Sultra, menekankan jika tantangan dunia nyata jauh lebih kompleks dibandingkan ruang kuliah. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti untuk belajar. Gelar sarjana adalah langkah awal dari pengabdian sebenarnya.
“Jadilah generasi yang adaptif, kreatif dan selalu menjaga integritas serta akhlak mulia. Pemprov Sultra akan selalu mendukung dan membuka pintu kolaborasi bagi lulusan terbaik daerah untuk bersama-sama membangun daerah kita tercinta,” pesan Hugua.
Mengakhiri sambutannya, Wagub Sultra berharap STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Baubau terus konsisten menjaga mutu pendidikan dan memperkuat sinergi dengan mitra seperti Kementerian Agama, dunia Perbankan Syariah dan stakeholder lainnya.
“Secara khusus, saya mengucapkan selamat kepada para orang tua dan wali wisudawan. Keberhasilan hari ini adalah buah dari Do’a yang tiada putus, tetesan keringat dan pengorbanan luar biasa dari Bapak dan Ibu sekalian. Semoga kebanggaan hari ini menjadi awal kesuksesan yang lebih besar bagi masa depan anak-anak kita,” tutup Hugua.
