BATAUGA, TRIBUNBUTON.COM – 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) “Cahea Busel” di Kabupaten Buton Selatan (Busel)
Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan berdayakan potensi maritim dam desa, melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa.
Dengan Mengusung tema “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur”, tim KKN-PPM UGM berkomitmen mengembangkan potensi lokal melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya bertujuan menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong pembangunan berbasis potensi daerah.
“Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, serta menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Tim Cahea Busel terdiri atas mahasiswa dari berbagai klaster keilmuan, mulai dari Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, hingga Agro.
Sinergi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pemerintahan, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026.
Festival ini dirancang sebagai ajang promosi budaya, pariwisata, dan UMKM berbasis potensi pesisir yang dikemas dalam konsep pembangunan berkelanjutan.
Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan menuju Sail to Indonesia 2026 dengan membuka peluang promosi hingga tingkat internasional.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, festival ini bertujuan memperkuat identitas lokal melalui pelibatan generasi muda, pelestarian budaya, serta pemanfaatan inovasi teknologi.
Nama “Cahea Busel” sendiri diharapkan menjadi simbol semangat membawa harapan dan perubahan bagi masyarakat Buton Selatan.
Kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan belajar langsung dari masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, Tim KKN-PPM UGM optimistis berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat potensi lokal sebagai fondasi pembangunan di Kabupaten Buton Selatan.(Adm)
