Jakom Limbo Gelar Binongko Membaca untuk Mendorong Semangat Literasi

107

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Jaringan Komunikasi Literasi dan Seni Muda Binongko (Jakom Limbo) menggelar kegiatan Binongko Membaca (Kobaca) bertema ‘Membangun Ekosistem Literasi, Tumbuh Seni, Rawat Budaya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dipusatkan di Aula Serbaguna, Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Jumat 13-14 Maret 2026 lalu.

Kegiatan tersebut, dibuka dengan sesi diskusi kebudayaan yang nyaris hilang di pulau Binongko. Dalam kegiatan yang dimotori pemuda imsebagai ajang silaturrahmi itu, juga digelar kelas inspirasi, pameran buku, dan menyediakan panggung ekspresi untuk generasi muda yang ingin menampilkan bakatnya.

La Ode Zulmin, inisiator Jakom Limbo mengatakan kegiatan itu bertujuan sebagai pemaknaan Nuzul Quran lebih luas dalam perintah Iqra, tak hanya sekadar membaca pada saja. Perintah Iqra, kata dia, bisa dimaknai sesuai kondisi zaman dengan mengamati, memahami, menelaah, hingga menawarkan solusi.

“Binongko membaca adalah wadah dari pemaknaan Iqra yang lebih luas. Sebagai jalan intelektual, jalan kesenian untuk membangun kebudayaan dan peradaban pun sebagai jalan spiritualitas keagamaan,” ucap Zulmin.

Menurut Zulmin, kebudayaan dan kesenian sudah perlahan hilang, juga minimnya semangat keliterasian. Karena itu, gerakan Binongko Membaca sebagai langkah awal merawat hingga melestarikan budaya, dan kesenian untuk menyiapkan generasi yang berintelektual, tegas, kreatif dan inovatif.

“Untuk melahirkan generasi gemilang, literasi syarat utamanya. Karena itu, wadah ini kami sediakan secara mandiri agar bisa berkontribusi terhadap generasi muda dan menyiapkan wadah berekspresi.” ujarnya.

Senada dengan itu, La Ode Izur Alza, selaku Koordinator Binongko Membaca, mengatakan Gerakan Binongko Membaca sebagai upaya menumbuhkan dan merawat semangat keliterasian yang wajib didukung semua pihak.

“Kegiatan diisi dengan pameran buku-buku, diskusi kritis soal literasi dan kebudayaan yang nyaris hilang dari Pulau Binongko. Pembicaranya adalah Pak Samiun selaku pegiat literasi. Sedangkan untuk materi kebudayaan diisi oleh dua budayawan Binongko, Bapak La Rabu Mbaru dan Bapak Jauddin,” bebernya.

“Kami berinisiatif memfasilitasi ruang literasi untuk ruang berekspresi dalam berkesenian mengekspresikan seni, untuk mempererat dan menagih komitmen dalam merawat budaya literasi hingga bisa menghasilkan karya,” tambah Izur.

Ia berharap, gerakan Binongko Membaca dapat tersusun eksis di tahun-tahun mendatang agar ekosistem literasi, kebudayaan dan kesenian di Pulau Binongko tetap terawat.

Peliput: Ali Hanafi