Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Begini Pesan Menteri Komdigi

192

BANTEN, TRIBUNBUTON.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, membuka Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Bertempat di Serang Provinsi Banten. Minggu 8 Februari 2026.

Konvensi yang diselenggarakan di Hotel Aston itu mengusung tema Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik.

Meutya Hafid, menekankan pentingnya transformasi digital yang tetap berorientasi pada kepentingan publik terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

AI lanjut Meutya Hafid, bukan sekadar alat efisiensi kerja tetapi juga menghadirkan tantangan serius bagi etika jurnalistik. Menurutnya, teknologi harus menjadi pendukung kerja wartawan, bukan menggantikan peran manusia dalam verifikasi informasi dan fungsi kontrol sosial.

“Transformasi digital tidak boleh menggerus pilar demokrasi. Kita harus memastikan pers tetap sehat, kredibel, dan berintegritas,” ujar Meutya, dalam sambutannya.

Meutya Hafid mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan digital yang lebih komprehensif untuk melindungi ekosistem informasi nasional. Regulasi itu diharapkan menciptakan hubungan yang lebih adil dan transparan antara platform digital global dan media lokal.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pers, khususnya melalui pelatihan kecakapan digital bagi wartawan di daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkecil kesenjangan kualitas informasi antara pusat dan daerah.

Di kesempatan dan tempat yang sama, Ketua Dewan Pers, Prof Komaruddin Hidayat menyatakan disrupsi digital merupakan keniscayaan dalam sejarah peradaban manusia. Meski demikian, ia menilai publik akan selalu membutuhkan media arus utama yang mampu menyajikan informasi jernih dan dapat dipercaya.

“Di tengah banjir informasi dan konten toksik, masyarakat justru mencari ‘air bersih’. Di situlah peran utama pers sebagai penyaring fakta,” kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

Komaruddin Hidayat mengibaratkan disrupsi digital sebagai banjir lumpur yang merusak, tetapi sekaligus dapat menyuburkan jika dikelola dengan baik melalui inovasi dan adaptasi.

Komaruddin, mengungkapkan jika media arus utama tetap menjadi rujukan publik karena memiliki tanggung jawab etik, verifikasi dan nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan revitalisasi pers nasional dalam menghadapi tantangan teknologi, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kualitas jurnalisme Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi nasional serta diskusi panel yang menghadirkan pakar teknologi dan tokoh media.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Menteri Menkomdigi Nezar Patria, Gubernur Banten yang diwakili Sekretaris Daerah Deden Apriandhi, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir , Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, sejumlah tokoh pers nasional, pimpinan media, konstituen Dewan Pers, wartawan dari seluruh Indonesia. (adm)