WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Sebanyak 15 Tenaga Kerja Asing (TKA) karyawan PT Wakatobi Dive Resort (WDR) di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki dokumen resmi sesuai ketentuan berlaku.
Hal itu terungkap saat sejumlah personil Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) melaksanakan patroli gabungan untuk mengawasi orang asing di PT Wakatobi Dive Resor, Pulau Tomia. Jumat 31 Oktober 2025.
Plh Kasubsi Teknologi Informasi dan Intelijen keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi, Hendy Permana, mengungkapkan patroli gabungan dengan melibatkan Timpora
Itu bertujuan untuk mengawasi TKA yang bekerja di Wakatobi Dive Resor dengan mengecek paspor, penggunaan izin tinggal, dan aktivitas yang dilakukan.
Sejauh ini lanjut Hendy Permana, hasil dari patroli gabungan bersama Timpora tersebut tidak menemukan adanya TKA yang melanggar hukum ataupun ketentuan yang telah diberlakukan. TKA yang bekerja di PT Wakatobi Dive Resor telah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Kami dapati semua TKA ini telah memenuhi mekanisme yang berlaku seperti terkait paspor dan izin tinggalnya,” terang Hendy Permana.
Hendy Permana berharap kerjasama antar instansi yang tergabung dalam Timpora yakni Camat Tomia, TomiaTimur, Kepala SPTN Wilayah III Tomia-Binongko, Komandan Rayon Militer 1413-06/Tomia, Kepala Kepolisian Sektor Tomia dan Tomia Timur. Diharapkan tetap terjaga dengan baik agar pelaksanaan kegiatan patroli selalu berjalan dengan baik.
“Saya berharap sinergi lintas instansi ini dapat terus terjaga, sehingga pelaksanaan operasi di lapangan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan hasil maksimal untuk kepentingan negara dan masyarakat,” harapnya.
Ditempat yang berbeda, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi, Kahiril Amsal mengharapkan Sinegritas Timpora dalam pengawasan TKA. Karena eimigrasian tidak bisa bekerja sendiri, pengawasan orang asing membutuhkan data, informasi, kemampuan Intelijen dan pendekatan lintas sektor. Karena itu kerjasama harus terus terjaga, evaluasi dan tmperbaikan kualitas.
“Kepada seluruh petugas, lakukan tugas dengan profesional, humanis, dan sesuai SOP. Tegas, tetapi tetap menjunjung asas nondiskriminasi serta menjunjung tinggi hormat martabat manusia,” pinta Khairil Amsal.
Untuk diketahui, data yang diperoleh dari 15 TKA di PT WDR itu berasal dari beberapa negara diantaranya Spanyol, Inggris, Swiss, Italia, Amerika, Jerman, Republik Ceko, Inggris dan Belgia. (adm)









