WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Rapat gabungan yang direncanakan antara pengurus Yayasan Hasanah Wakatobi (YHW) dengan pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi. Sedianya dilaksanakan Minggu 7 September 2025.
Namun rencana rapat yang bertempat di kediaman Ketua Yayasan Hasanah Wakatobi itu tidak berjalan semestinya. Karena ketidak hadiran Ketua STAI Wakatobi dan para pembantu Ketua I, II dan III.
Absennya unsur pimpinan STAI Wakatobi dalam rencana pertemuan penting tersebut, menimbulkan teka-teki. Karena rencana rapat gabungan itu merupakan forum krusial untuk membahas dan menyinkronkan program strategis antara lembaga pendidikan dan yayasan sebagai penyelenggara.
Kehadiran seluruh unsur pimpinan dianggap vital untuk pengambilan keputusan yang efektif dan terintegrasi. Pengurus yayasan sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Kami telah mengundang secara resmi, dan ini sudah keempat kalinya tapi tidak pernah hadiri. Padahal untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk laporan perkembangan akademik dan rencana evaluasi skema Pembiayaan sebagaimana telah tertuang dalam Peraturan Yayasan Hasanah Wakatobi Nomor 71 Tahun 2025 tentang STATUTA STAI Wakatobi.” ujar La Ode Sarimu SE.MM.Pub, salah seorang pengurus yayasan. Senin 8 September 2025.
La Ode Sarimu mengatakan, tanpa kehadiran unsur piminan STAI Wakatobi. Pembahasan tetap dilanjutkan secara maksimal dan hanya diikuti pihak Yayasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak STAI Wakatobi mengenai alasan ketidakhadiran mereka. Kondisi ini diyakini tidak akan mengganggu komunikasi yang selama ini telah terjalin dan tidak akan memperlambat realisasi program-program yang telah dicanangkan bersama. (Adm)
