Menteri ATR/BPN: Dari 800 Ribu Bidang Tanah Wakaf, Baru 232.000 Bidang Bersertifikat

267

JAKARTA, TRIBUNBUTON.COM – Dari 800 ribu bidang tanah wakaf di Indonesia. Terkuak baru 232 ribu telah disertifikatkan. Masih ada 568 ribu bidang belum tersertifikatkan.

Data itu terkuak saat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meluncurkan integrasi data pertanahan dan perpajakan di Kantor Wali Kota Tangerang. Rabu 30 April 2025.

“Dari 800 ribu bidang tanah wakaf, yang tersertifikat 232.000. Masih 500 ribu lebih madrasah, pesantren, masjid, musola, sulung kalau di Jawa, langgar, yang belum bersertifikat wakaf,” jelas Menteri ATR/BPN.

Dengan temuan itu. Nusron Wahid, mengingatkan para wakif untuk segera menyertifikatkan tanahnya. Karena dikhawatirkan akan terjadi pelebaran jalan tol yang kemudian memicu pertengkaran antar pengurus maupun almarhum wakif.

“Tak dipungkiri pada masa lampau, banyak keluarga yang memiliki tanah wakaf tidak menyertifikatkan asetnya. Karena menilai harga jualnya rendah,” ujar Nusron Wahid.

Seiring pertumbuhan ekonomi dan pengembangan tata kota, ditambah adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalan tol, harga tanah pun ikut melonjak.

“Terkadang dulu anaknya yang wakaf, anaknya wakif, nyalon anggota DPR yang terpilih, nyalon wali kota tidak terpilih, utangnya banyak. Lama-lama nyari mana aset yang bisa saya jual. Inget bapaknya dulu punya tanah, lupa kalau sudah diwakafkan, akhirnya itu diotak-atik lagi. Sehingga, mau dijual,” tutur Nusron.

Menurut Nusron Wahid, realita itu tidak hanya terjadi di satu atau dua tempat, melainkan di berbagai tempat. Sehingga, Nusron Wahid, meminta sertifikat tanah wakaf segera dilakukan karena tidak dipungut biaya.

“Ibu-ibu Fatayat (NU), kita ingetin sama-sama masjid, langgar, musola, madrasah, apalagi pesantren yang belum diwakafkan, disertifikat wakafkan, ayo segera disertifikatkan wakaf, gratis,” pungkasnya. (Rilis/adm)