Konsisten Lestarikan Budaya Tomia, Masyarakat Desa Kulati Gelar Festival Potapaki ke-7

54

WAKATOBI, TRIBUN BUTON.COM – Masyarakat Desa Kulati Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi, menggelar Festival Potapaki. Senin 31 Maret 2025.

Festival Potapaki yang digelar setiap tiga tahun sekali itu, dilaksanakan setelah warga setempat usai melaksanakan Shalat Idul Fitri. Dan kini telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-7.

Potapaki, berasal dari bahasa daerah Tomia yang berarti saling meminta pendapat untuk mencapai keputusan bersama. Dan telah menjadi tradisi turun-temurun khususnya masyarakat Desa Kulati.

Festival Potapaki bertujuan untuk memperingati tradisi, mempertahankan budaya lokal, mempererat hubungan antara masyarakat desa dan perantau serta meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi lokal.

Festival Potapaki ke-7 mengangkat tema “Kampung Budaya Menyatu dalam Tradisi,” Dengan menyajikan berbagai kegiatan seperti pameran budaya, kuliner tradisional, pertunjukan seni, lomba tradisional dan UMKM.

Berbagai kegiatan dimulai sejak bulan Ramadhan dan berlangsung selama dua hari setelah lebaran bertempat di Pantai Huntete dan Lapangan Timbarado. Selain seni budaya, ditampilkan juga lomba dayung, macing, dan sangka’a.

Pelaksanaan Festival Potapaki didukung anggaran sekitar Rp 25 juta rupiah berasal dari pemerintah desa dan donasi masyarakat perantau serta lokal.

Kepala Desa Kulati mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam menyukseskan acara yang dimulai sejak pembentukan kepanitiaan pada 1 Juni 2025.

Kepala Desa Kulati, Burhanuddin, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Kulati yang tetap konsisten mengadakan Festival sejak pertama dilaksanakan pada tahun 2005.

Uki, salah satu panitia berharap kegiatan itu akan mengenalkan budaya lama khususnya di Desa Kulati kepada generasi mendatang.

Acara pembukaan Festival Potapaki ke-7 dibuka dengan meriah dan ditandai dengan pemukulan gong oleh Camat Tomia Timur, yang menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival.

Laporan: Rial Hadi