Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Mendagri Himbau Pemda Perkuat Daya Beli Masyarakat

63

JAKARTA, TRIBUNBUTON.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) agar memperkuat daya beli masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Upaya itu lanjut Mendagri, dapat dilakukan dengan menyalurkan bantuan sosial (Bansos), baik tunai maupun non-tunai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Tolong juga daerah-daerah menjelang Lebaran ini digelontorkan bansos baik tunai maupun non-tunai, barang misalnya kepada masyarakat agar daya beli masyarakat meningkat,” kata Mendagri saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP). Jakarta, Senin 24 Maret 2025.

Mendagri mengatakan, guna memperkuat daya beli masyarakat, kepala daerah di seluruh Indonesia dihimbau untuk melakukan rapat internal untuk mengoptimalkan target pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan demikian, nantinya Pemda dapat memberikan stimulus positif bagi perekonomian daerah dan memperkuat daya beli masyarakat.

“Agar target pendapatan betul-betul bisa optimal dan tolong jangan disimpan anggarannya, belanjakan agar ada uang yang beredar di masyarakat. Sehingga dapat memicu juga swasta dan memperkuat daya beli masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Mendagri juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan menjelang Lebaran relatif terkendali. Terlebih, saat ini mendekati panen raya beras dan jagung. Hal ini tentunya akan membuat ketersediaan pangan tercukupi.

“Intinya bahwa jelang Lebaran ini kesiapan pangan kita cukup,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyoroti sejumlah komoditas yang perlu diperhatikan berbagai pihak terkait. Hal ini seperti adanya kenaikan harga minyak goreng di beberapa wilayah di Indonesia. Mendagri juga menyoroti persoalan bawang putih.

Tito Karnavian, berharap Kementerian Perdagangan (Kemendag) dapat segera mengatasi persoalan tersebut. Dirinya juga mendorong agar gerakan menanam digalakkan untuk mendukung produksi cabai rawit. (Rilis/adm)