Reses di Dapil Pulau Tomia, Arman Alini Serap Sejumlah Masukan dan Keluhan Masyarakat

1033

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Sejumlah masukan hingga keluhan masyarakat tiga kelurahan di Kecamatan Tomia Timur. Mewarnai kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Arman Alini. Kamis 27 Februari 2025.

Arman Alini, anggota DPRD Wakatobi daerah pemilihan (dapil) Pulau Tomia melaksanakan reses dengan tema temu warga di tiga kelurahan yakni Kelurahan Tongano Barat, Tongano Timur dan Kelurahan Bahari.

Anggota DPRD Wakatobi dua periode itu memulai kegiatan dengan menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tinggi serta ucapan terimakasih kepada warga Pulau Tomia. Yang telah memberinya kepercayaan untuk menjadi lidah rakyat.

Arman Alini, menyerap sejumlah masukan dan keluhan masyarakat. Diantaranya, H Sahara, selaku perwakilan masyarakat mengusulkan pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang layak. “TPU yang ada di Bone-Bone sudah tidak memungkinkan karena lokasinya sangat dekat dengan pemukiman warga serta lokasi yang sempit,” terang H Sahara.

Selain itu juga, H Sahara, mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui DPRD untuk pembangunan lampu jalan khususnya dalam wilayah ibukota kecamatan. Serta pengaturan dan penataan Sara Agama, Imam Masjid dan perangkatnya.

“Pengaturan dimaksud agar ke depan lebih mengedepankan profesionalitas dan kebersamaan agar perangkat masjid menjalankan tugasnya dengan nyaman,” harap H Sahara.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Pak Lody. Sebagai salah satu perwakilan tokoh pendidikan yang hadir mengusulkan agar pengawasan pesisir dan laut lebih dimaksimalkan.

Menurut Pak Lody, pengawasan pesisir dan laut sangat perlu karena tangkapan nelayan saat ini menurun akibat ilegal Fishing (bom dan potasium sianida). Termasuk mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi dermaga Usuku sebagai pusat pergerakan ekonomi di pulau Tomia.

Warga lainnya, Hasan Tabene, mewakili warga kelurahan Tongano Timur meminta DPRD Wakatobi untuk bersama-sama mengawal dan memperjuangkan pembangunan jalan di Tongano Timur.

Pasalnya, kondisi jalan saat ini sudah rusak sehingga harus diprioritaskan. “Silahkan ada pemangkasan anggaran untuk berbagai kegiatan. Tapi untuk anggaran oembangunan jalan di Tomia Timur jangan ada pemangkasan,” pinta Hasan Tabene.

Lain halnya disampaikan perwakilan gender, Ariati. Selaku perwakilan gender, Ariati, mengeluhkan pelayanan program kesehatan gratis. Ia membeberkan kegiatan yang selama ini di Posbindu. Untuk pemeriksaan kolesterol dan gula darah yang masih di pungut biaya sebesar Rp 35 ribu per orang.

Menanggapi sejumlah masukan dan keluhan tersebut. Arman Alini, selaku anggota Banggar DPRD wakatobi berjanji dan bertekad untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses itu.

“Usulan dan keluhan masyarakat akan disampaikan dalam forum rapat kerja bersama TAPD dan OPD terkait untuk ditindak lanjuti,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Semua persoalan kata Arman Alini, harus ada penyelesaian bersama. Karena pemerintah Daerah dan DPRD adalah penyelenggara pemerintahan daerah yang saling sinergi untuk membangun daerah demi kemaslahatan seluruh masyarakat Wakatobi.

Dalam kegiatan reses tersebut, dihadiri sejumlah masyarakat dari perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan gender dan pemuda serta pelajar. (Adm)