SABET 5 MEDALI DI PORPROV 2022, PELATIH PANJAT TEBING MINTA PERHATIAN PEMKAB WAKATOBI

319

WAKATOBI, TEIBUNBUTON.COM – Atlit Panjat Tebing Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengukir pretasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XIV tingkat Sultra tahun 2022. Yang diselenggarakan di Kota Baubau dan Kabupaten Buton beberapa hari lalu.

Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing Wakatobi diperkuat delapan atlit. Terdiri dari empat pria dan empat wanita. Dan turun di kelas lead perorangan, lead beregu, Boulder perorangan dan Boulder beregu.

Dari beberapa nomor yang diikuti atlit Panjat Tebing asal Wakatobi tersebut. Berhasil meraih 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu. Atlit Panjat Tebing Wakatobi atas nama La Ical, yang turun pada kategori Boulder perorangan putra berhasil meraih medali emas. Dan satu medali emas lagi diraih dari kategori Boulder tim putra terdiri dari La Ical, Akmaludin, Muh Rifki dan Halim Haerudin.

Pada kategori lead perorangan putra, La Ical, kembali menambah 1 medali perak. Sedangkan 2 medali perunggu lainnya diraih Akmaludin yang turun di kategori Boulder perorangan putra. Serta kategori lead tim putra yang kembali diperkuat La Ical, Akmaludin dan Halim Haerudin.

Pelatih atlit Panjat Tebing Wakatobi, Anwal Ramadhan, mengungkapkan jika pihaknya tidak menduga anak asuhnya bisa bersaing dengan kabupaten/kota lainnya yang lebih dulu maju cabor Panjat Tebing.

“Pencapaian 2 emas 1 perak dan 2 perunggu ini merupakan capaian luar biasa sepanjang keikutsertaan Wakatobi dalam event empat tahun itu. Dimana kita harus bersaing dengan daerah lain seperti Kolaka yang lebih dulu telah maju cabor Panjat Tebing,” ungkap Anwal Ramadhan, Rabu 6 Desember 2022.

Meskipun atlit Panjat Tebing Wakatobi tidak diunggulkan pada Porprov 2022. Anwal Ramadhan, mengatakan atlitnya memberikan perlawanan disetiap nomor lomba yang diikutinya. Seperti halnya pada setiap event tingkat pelajar maupun umum di Sultra selalu memberikan penampilan maksimal.

Pelatih atlit Panjat Tebing Wakatobi bersyukur terhadap semua atlit yang selama ini telah melakukan pemusatan latihan. Meskipun fasilitas dibawah standar, namun atlitnya menunjukan keseriusan dalam berlatih. Sehingga ada pengembangan dari waktu ke waktu.

“Dengan kondisi serba terbatas, atlit kami harus berkorban disemua hal agar bisa sampai ke tahapan saat ini. Kami hanya ingin mengukur hasil kerja keras atlit selama ni, sebab di atas kertas untuk naik ke podium tidak pernah terbayangkan,” ujar Anwal Ramadhan.

Sementara itu Ketua Umum FPTI, Syahrul Hidayat, menuturkan dengan telah usainya gelaran Porprov 2022. Pihaknya berencana akan menemui pihak-pihak terkait. Agar pengembangan cabor Panjat Tebing di Wakatobi bisa lebih maju dan mampu berkompetisi di level lebih tinggi.

“Kami berencana akan berdiskusi dengan pemangku kebijakan dalam hal ini Pemkab Wakatobi, Dinas Pemuda dan Olahraga dan KONI Wakatobi. Guna memikirkan keberadaan sarana dan prasarana sesuai standar. Melihat potensi pengembangan cabor ini sangat terbuka. Dan yang terpenting lagi agar menjadi perhatian khusus Pemkab Wakatobi jika panjat tebing bisa memberikan kontribusi terhadap daerah,” pungkas Syahrul Hidayat. (Tribunbuton.com/adm)