BKKBN BAUBAU MENERAPKAN APLIKASI ELSIMIL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING

271
Kepala BKKBN Kota Baubau, Ali Arham

 

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Baubau kini telah menerapkan aplikasi Elsimil untuk pencegahan Stunting pada bayi yang baru lahir, yang dimana aplikasi tersebut diluncurkan oleh BKKBN Pusat pada bulan april 2022.

Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) tersebut dapat didownload di playstore oleh masyarakat guna dapat mengetahui setiap pasangan yang beresiko stunting.

Yang dimana saat ini stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama.

Kepala BKKBN Kota Baubau Ali Arham, melalui Kabid ketahanan dan kesejahteraan keluarga Ansaruddin Udu mengatakan dengan adanya aplikasi Elsimil pihaknya dapat mendeteksi resiko stunting lebih dini

Kepala Bidang ketahanan dan kesejahteraan keluarga, BKKBN Kota Baubau, Ansaruddin Udu

“Aplikasi Elsimil ini bukan untuk melarang agar tidak bisa hamil, tapi didalam aplikasi ini dapat dilakukan pengukuran lengan dan sebagainya bahwa apakah ini calon pengantin sudah siap hamil atau tidak” Ucap, Kabid ketahanan dan kesejahteraan keluarga Ansaruddin Udu, Rabu 7 September 2022.

Dia juga menambahkan, bahwa jika calon pengantin yang diketahui terdapat potensi stunting pihaknya akan menyarankan agar jika bisa jangan dulu hamil guna mencegah calon bayi terdampak stunting.

Selain itu, BKKBN Kota Baubau telah membentuk tim pedamping keluarga yang diperuntukan kepada calon pengantin, ibu hamil, dan pasca persalinan melalui aplikasi Elsimil untuk kemudian dilalukan pengecekan kesehatan.

“Tim pendamping ini ada tiga yakni, tim Keluarga Berencana (KB), Bidan, dan PKK, disertai juga dari KUA, jika ada perkawinan agar segera memanggil tim pemdaming” Jelasnya.

Ansaruddin Udu juga menjelaskan bahwa disetiap kecamatan pihaknya sudah menempatkan admin aplikasi Elsimil dan hingga saat ini untuk kota Baubau resiko stunting kemungkinan sangatlah kecil.

“Yang beresiko itu biasanya diusia 17 tahun sudah menikah, tapi kalau sudah diusia 21 tahun keatas alat reproduksinya sudah dinyatakan siap untuk hamil”. tutupnya. (Tribunbuton.com/Flash)