DISPERINDAG WAKATOBI DAN TP-PKK KOLABORASI GELAR PASAR MURAH

191
Ketua TP-PKK Wakatobi, Eliati Haliana

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat akan menggelar operasi pasar reguler dan pasar khusus tahun 2022.

Pasar murah itu rencananya digelar sebelum Hari Raya Idul Fitri 1443H. Direncanakan mulai 23-24 April 2022 di Gedung Dharma Wanita Wangiwangi.

Ketua TP-PKK Wakatobi, Eliati Haliana, menjelaskan pasar murah yang direncanakan itu bagian dari tugas untuk meringankan masyarakat di tengah adanya beberapa jenis sembako yang mengalami kenaikan dan kelangkaan.

“Masyarakat sangat mengapresiasi rencana ini karena sangat membantu. Kita support menyentuh langsung masyarakat. PKK dan DWP berharap sesuai suara hati masyarakat. Kedepan kami akan berkoordinasi untuk kegiatan-kegiatan susulan,” ucapnya. Sabtu (23/4/2022).

Di kesempatan yang sama Kadis Perindag Wakatobi, Safiuddin, mengatakan kegiatan itu rutin setiap tahun. Namun tahun ini ada pengembangan dimana berkolaborasi dengan TP-PKK dan DWP.

Di samping pasar murah lanjut Kadis Perindag Wakatobi, ada juga mini expo. Inovasi seperti itu patut dikembangkan secara terus. Sehingga masyarakat betul-betul melihat bahwa pemkab sangat simpatik kepada masyarakat.

Kata Safiudin, tahun ini pihaknya menyediakan paket pasar murah sekitar 2.200 paket yang disebar di empat pulau. Pulau Wangi-Wangi 700 paket, Kaledupa 500 paket, Tomia 500 paket dan Binongko 500 paket.

“Kita berharap dapat berjalan seperti yang kita inginkan. Ketika berbicara tentang jenis paket yang disediakan, analisis yang dilakukan berdasarkan hasil analisis lapangan bahwa sembako jenis apa yang kemungkinan harganya ada kenaikan dan mengalami kelangkaan,” katanya.

Safiuddin, menjelaskan jika pihaknya fokus pasar murah untuk beberapa jenis barang yang harganya lumayan naik seperti minyak goreng. Kendati minyak goreng saat ini disamping harganya tinggi, juga stoknya langka. Sehingga setelah minyak goreng tersedia, itu yang kemudian diputuskan untuk jenis barang yang ada di setiap pulau.

“Jadi tidak semua pulau itu sama komposisinya, tapi kalau minyak goreng dipastikan semua pulau ada. Kalau mengacu di harga normal berdasarkan data, dalam satu paket sekira Rp107 ribu, itu yang kemudian kami jual dengan harga Rp73 ribu,” ujarnya.

Menurut Kadis Perindag Wakatobi, harga minyak goreng di pasar saat ini bervariasi. Mulai Rp70-80 ribu. Pemkab memperoleh minyak goreng dari tol laut harga Rp 63 ribu. Dari sisi ekonomi sudah jauh dari harga pasar. Kemudian Disperindag mendiskon Rp 63 ribu tersebut sebesar 30 persen sehingga hitung-hitungannya sisa Rp 44 ribu.

“Kalau mengacu ke skala harga keekonomian, di Jakarta pun lebih murah di Wakatobi. Karena harga keekonomian sekitar Rp 23 ribu lebih tapi hari ini jual dengan harga Rp 22 ribu. Harapan kita masyarakat dapat berlebaran dan menggunakan yang kita berikan secara baik,” tandasnya..

Untuk diketahui, komposisi yang dikemas dalam paket di pasar murah itu terdiri dari empat jenis paket sembako yakni minyak goreng 2 liter, terigu 1 kilogram, gula 1 liter dan 1 botol sirup dengan total harga Rp 73 ribu. (Tribunbuton.com/Duriani)