SISWA SMAN 2 BAUBAU KORBAN “PEMUKULAN” LAPOR POLISI, KASEK: SKORSING SIAP MENANTI

610
Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dra Hamsa Ramli

 

BAUBAU,TRIBUNBUTON.COM – Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dra Hamsa Ramli, menyayangkan insiden yang terjadi di lingkungan sekolahnya.

Dimana dua orang siswanya terlibat kontak fisik di lingkungan sekolah. Namun salah seorang siswa yang diduga sebagai korban langsung melaporkan hal itu ke pihak Kepolisian.

Menurutnya, andai insiden itu benar terjadi, harusnya pihak korban terlebih dahulu melaporkan ke guru BP atau civitas sekolah agar diselesaikan bersama. Karena kejadiannya di dalam lingkungan sekolah saat jam belajar.

Kejadian yang sedang ditangani pihak kepolisian itu lanjut Kasek SMAN 2 Baubau, diketahuinya setelah ada informasi dari orang tua siswa korban jika anaknya dipukul tanpa diketahui apa penyebabnya.

Karena informasi insiden itu baru keterangan sebelah pihak, Hamsa Ramli, belum meyakini sepenuhnya. Harus dipertemukan kedua belah pihak sehingga bisa diketahui ihwal persoalannya. Namun karena kasus itu sedang ditangani pihak kepolisian, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan.

“Waktu saya dengar kejadian itu, saya langsung sampaikan ke guru BP dan saat itu juga siswanya dipanggil. Ternyata hari itu juga sudah ada permintaan dari kepolisian kalau yang dipukul ini sudah melapor di polisi. Sementara kita dari pihak sekolah masih tidak tahu-menahu kejadian itu,” terang Kasek SMAN 2 Baubau, Selasa (22/3/2022).

Hamsa Ramli, berencana memanggil orang tua siswa kedua belah pihak untuk dipertemukan. Dengan harapan masalah itu tidak dibesar-besarkan dan dilanjutkan. Begitu pun pihak sekolah akan menjatuhkan sanksi sehingga menjadi efek jera bagi siswa lainnya.

“Kita berharap kedepannya tidak terulang lagi kejadian seperti ini di SMAN 2 Baubau. Kalau ada ketersinggungan jangan langsung diselesaikan sendiri tetapi paling tidak melapor di pihak sekolah agar dapat terselesaikan,” harapnya.

Untuk diketahui, dari keterangan orang tua siswa korban, anaknya inisial MS dianiaya oleh temannya inisial LN, tanpa alasan yang jelas sekitar 14 Maret 2022 lalu. (Tribunbuton.com/Flash)