KELOMPOK UKM DI LIYA ONE MELANGKA WAKATOBI HASILKAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN

592

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadikan salah satu kelompok usaha kecil menengah (UKM) disalah satu desa di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan sebagai piloct program pengembangan pelampung rumput laut dari batok kelapa yang diyakini ramah lingkungan.

Ketgam: Kadis Perindag Wakatobi, H Safiudin, saat meninjau kegiatan kelompok Tunas Mandiri di Desa Liya One Melangka. FOTO Duriani

Kelompok “Tunas Mekar” di Desa Liya One Melangka Kecamatan Wangi-Wangi Selatan mendapat bantuan sejumlah peralatan dari Disperindag setempat. Untuk pengembangan batok kelapa menjadi pelampung petani rumput laut. Selama ini, petani rumput laut menggunakan botol bekas air mineral sebagai pelampung.

Ketgam: Kadis Perindag Wakatobi, H Safiudin, saat meninjau kegiatan kelompok Tunas Mandiri di Desa Liya One Melangka. FOTO Duriani

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Wakatobi, H Safiudin, mengatakan program dimaksud menggunakan anggaran 2021. Dimana proses pengalokasian dan rancangan program sejak 2020.

“Ini program tahun 2021 yang tahapannya sejak 2020. Saat itu, kelompok penerima bantuan ini melakukan presentase dan uji coba. Dari proses itu sangat meyakinkan sehingga muncullah program ini,” kata H Safiudin, disela-sela kunjungannya ke lokasi tempat usaha kelompok Tunas Mekar, Sabtu (19/3/2022).

Kelompok Tunas Mekar lanjut H Safiudin, sejak lama menjadi binaan Disperindag. Sehingga pihaknya meyakini jika program yang menjadikan kelompok Tunas Mekar menjadi piloct program itu bakal sukses.

“Dari presentase awal, kelompok ini menjelaskan sejumlah manfaat dan nilai keuangan peralatan. Dari ide itu kemudian kami arahkan untuk membuat proposal yang kemudian kami dukung menjadi sebuah program. Dan hari ini kita telah lihat bersama,” H Safiudin, menjelaskan.

Kata Kadis Perindag Wakatobi, dalam proses memproduksi pelampung batok kelapa dan sejumlah manfaat lain dari peralatan itu. Pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi apa yang menjadi bahan rekomendasi sehingga kelompok ini bisa menghasilkan produk – produk yang bisa memberi manfaat baik untuk masyarakat Wakatobi maupun daerah luar.

“Jujur saja saya terkesan. Karena bayangan saya diawal, alat ini hanya bisa menghasilkan pelampung dari batok kelapa. Rupanya setelah dilihat akan banyak jenis produk dihasilkan,” ucap H Safiudin.

Menurutnya, meski program itu dirancang sejak lama. Namun dalam perjalanannya jika mengacu pada program pemerintahan saat ini terlihat sinkron. “Kalau mengacu pada program Pak Bupati Wakatobi saat ini “one island one school” saya pikir akan menjadi contoh guna mewujudkan program itu,” tuturnya.

Kadis Perindag Wakatobi pada kesempatan itu juga mengungkapkan kelompok Tunas Mekar Liya One Melangka akan terus dibackup sehingga bisa menciptakan produk-produk lain seperti cenderamata yang berasal dari batok kelapa.

Ketua kelompok Tunas Mekar Liya One Melangka, La Tauwi, menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab Wakatobi yang telah memfasilitasi kegiatan kelompoknya. Pihaknya masih membutuhkan perhatian dan pendampingan pemerintah. Sehingga apa yang menjadi tujuan kelompoknya bisa terwujud.

“Harapan kami setelah mulai beroperasi ini, mudah-mudahan kedepan kerjasama dengan Pemkab Wakatobi terus berlanjut. Jika ada hambatan kami alami, semoga Pemkab Wakatobi bisa mendukung dan membantu. Sebagai ketua kelompok, semoga juga ada dukungan semua pihak atas program ini sehingga hasil produksi kami bisa dikenal hingga luar Wakatobi,” pinta La Tauwi. (Tribunbuton.com/Duriani)